periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik Rp75 triliun dari dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang disalurkan melalui perbankan. Namun, ia menegaskan langkah tersebut tidak mengganggu likuiditas perbankan karena dana itu langsung dibelanjakan kembali dan masuk ke sistem perekonomian.
Dari total SAL sebesar Rp276 triliun, pemerintah masih menyimpan Rp201 triliun di perbankan. Purbaya menekankan, penarikan sebagian dana tersebut bukan berarti mengurangi peredaran uang, karena disalurkan melalui belanja pemerintah pusat dan daerah sehingga tetap mendorong perputaran uang di perekonomian.
"Yang 75 kita tarik, tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem. Tapi tidak langsung dalam bentuk uang saya di bank, melainkan uangnya masuk ke sistem lagi," kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12).
Bendahara negara itu menilai dampak kebijakan tersebut justru lebih positif bagi perekonomian, karena belanja pemerintah langsung mendorong aktivitas ekonomi riil, bukan sekadar mengendap di perbankan.
"Artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian, jadi Anda tidak usah takut ekonomi kita akan melambat," terang dia.
Terkait kekhawatiran pasar soal likuiditas, Purbaya memastikan kondisi perbankan saat ini semakin membaik. Dalam beberapa pekan terakhir, koordinasi dengan bank sentral juga telah diperkuat, sehingga jumlah uang yang beredar di sistem perekonomian justru bertambah.
"Yang penting kita lihat ke depan seperti apa, dan kita lihat dua minggu terakhir sudah amat baik sekali. Seharusnya sih tidak ada halangan lagi," tuturnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga mengakui bahwa pada periode sebelumnya, keterbatasan uang yang beredar di sistem sempat menekan sektor riil.
Kondisi tersebut terlihat jelas dalam sidang debottlenecking tahap awal, ketika terdapat perusahaan tekstil yang tidak mampu memperoleh kredit perbankan, meskipun secara fundamental perusahaan tersebut dinilai layak.
"Tapi ke depan kita betulkan. Yang tadi kita masukkan lewat KUR seharusnya sudah jalan, jadi kondisi ke depan akan berbeda," tutup dia.
Tinggalkan Komentar
Komentar