periskop.id - Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan kinerja kuartal I yang berakhir pada 31 Maret 2026. Pada periode tersebut, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6% secara year on year (YoY).

Profitabilitas tetap terjaga kokoh, tercermin dari Return on Equity (ROE) di level 22,1%, serta fondasi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7%. Posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan, kinerja ini merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang dijalankan secara terarah dan berdampak. Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital. 

“Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Riduan dikutip dari Public Expose Kuartal I-2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Selasa (21/4).

Kinerja intermediasi Bank Mandiri pada kuartal I 2026 menunjukkan akselerasi yang konsisten di atas rata-rata industri di seluruh indikator utama. Dari sisi penyaluran kredit, penyaluran per Maret 2026 tercatat sebesar Rp1.530 triliun atau naik 17,4% YoY, di atas rata-rata industri yang tumbuh 9,37% YoY (data OJK per Februari 2026).

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 13,2% pada periode yang sama.

Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7% YoY. Sementara itu, produktivitas operasional semakin baik, tercermin dari perbaikan rasio BOPO ke level 58,0% atau membaik 3,48% YoY. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri M. Rizaldi menjelaskan, seluruh ekspansi bisnis ini secara konsisten diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin, dengan NPL Gross bank only terjaga di level 0,98% atau membaik 3 bps YoY, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17%, didukung pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio di level 245%.

Bank Mandiri Pertegas Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara aktif berperan mendukung berbagai program prioritas nasional yang berdampak langsung pada sektor riil dan masyarakat luas, mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program 3 Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam penyaluran KUR, Bank Mandiri mencatatkan realisasi sebesar Rp11 triliun hingga kuartal I 2026, menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan layanan Virtual Account Bank Mandiri untuk memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel. 

Dukungan terhadap pemerataan kesejahteraan juga diwujudkan melalui pembiayaan sekitar 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah (FLPP), sementara di tingkat desa, Bank Mandiri mendukung aspirasi sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan.

“Bank Mandiri secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program nasional berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ujar Riduan.

Penguatan Ekosistem Digital Dorong Perluasan Dukungan UMKM

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyatakan, kapabilitas digital menjadi fondasi utama dalam memperluas sinergi ekosistem dan menjangkau seluruh lapisan ekonomi melalui tiga platform utama: individu, bisnis, dan UMKM.

Livin’ by Mandiri telah digunakan sekitar 39 juta pengguna, tumbuh 27% YoY, dengan tambahan 27 ribu pengguna baru per hari. Frekuensi transaksi meningkat 13% YoY menjadi 1,24 miliar transaksi, didukung layanan Livin’ Call yang terintegrasi 24/7.

Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri melayani 335 ribu pengguna, tumbuh 27% YoY, dengan 85% merupakan UMKM. Frekuensi transaksi naik 13% YoY menjadi 395 juta transaksi, menunjukkan adopsi digital yang semakin kuat. Sementara itu, Livin’ Merchant telah digunakan 3,3 juta merchant, tumbuh 28% YoY, dengan 63% berasal dari non-urban. 

“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk Bank Mandiri dapat menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien secara operasional, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita.

Peran ESG Diperkuat sebagai Penggerak Pertumbuhan Berkelanjutan

Bank Mandiri mengintegrasikan prinsip ESG melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking dalam strategi dan proses bisnis.

Pada pilar Sustainable Banking, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp320 triliun per Maret 2026, tumbuh 8,8% YoY, terdiri dari pembiayaan hijau Rp167 triliun dan sosial Rp153 triliun, memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar. Penyaluran baru tercatat Rp3,6 triliun untuk green building dan Rp5,2 triliun pada sektor sumber daya alam hayati, serta didukung optimalisasi dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun.

Pada pilar operasional dan beyond banking, Bank Mandiri menekan emisi melalui kendaraan listrik, energi terbarukan, dan digital tracking, serta memperkuat inklusi keuangan. 

“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis kedepannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Henry.