periskop.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan bersama dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada hari ini, Selasa (5/4) untuk membahas langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor manufaktur.
Agus menyampaikan bahwa pemerintah tengah merumuskan berbagai kebijakan, baik berupa stimulus maupun insentif, guna mempercepat laju pertumbuhan industri manufaktur sebagai penopang utama perekonomian nasional.
"Sektor manufaktur merupakan tulang punggung dari perekonomian. Kontribusi terhadap GDP-nya dari tahun-tahun naik, bahkan pertumbuhan manufaktur tahun lalu bisa tercatat di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak pernah terjadi selama 14 tahun sebelumnya," ucap Agus kepada media, Jakarta, Selasa (5/5).
Agus menegaskan, sektor manufaktur memiliki peran krusial sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Ia menyebut kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat.
Bahkan, pada tahun lalu, katanya, pertumbuhan sektor manufaktur tercatat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, sebuah capaian yang belum pernah terjadi dalam 14 tahun terakhir.
Terkait insentif, Agus mengungkapkan bahwa pemerintah membahas berbagai skema yang dapat mendorong penguatan industri, termasuk insentif untuk kendaraan listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut kini semakin relevan, tidak hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan beban subsidi negara.
"Itu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi. Dan yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya insentif atau stimulus itu memang harus atau dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindung," tuturnya.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diterimanya dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terjadi pergeseran orientasi pasar ke arah kendaraan yang lebih efisien dan berbasis elektrifikasi.
Katanya, tren ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
"Jadi kalau data yang saya terima dari teman-teman, saya gaikindo, mengatakan bahwa sejak.. Itu terjadi, orientasi market switch ke yang lebih berbasis indeksis. Jadi menghindari penggunaan BBM," tutup Agus.
Tinggalkan Komentar
Komentar