Periskop.id - Saat membeli parfum, kita sering melihat istilah seperti Parfum, Eau de Parfum (EDP), Eau de Toilette (EDT), sampai Eau de Cologne (EDC). Sekilas terdengar fancy dan elegan, tetapi jujur saja, istilah-istilah ini kadang bikin bingung.
Padahal, memahami jenis parfum itu penting banget. Bukan cuma supaya tidak salah beli, tetapi juga agar kamu tahu mana wewangian yang cocok untuk dipakai kerja, hangout, acara malam, atau sekadar ingin wangi fresh seharian.
Pada dasarnya, parfum dibuat dari campuran minyak aroma, baik dari bahan alami seperti tumbuhan maupun bahan sintetis. Campuran ini kemudian diencerkan dengan alkohol agar wanginya lebih nyaman dipakai dan tidak terlalu menyengat.
Nah, perbedaan berbagai istilah parfum biasanya ditentukan dari seberapa banyak kandungan minyak parfum di dalamnya.
Semakin tinggi kandungan minyak parfumnya, biasanya aroma akan lebih kuat, lebih tahan lama, dan harganya juga cenderung lebih mahal.
Parfum

Parfum adalah jenis wewangian dengan konsentrasi minyak parfum paling tinggi. Kandungan minyak parfumnya biasanya berada di kisaran 15% hingga 40%.
Karena konsentrasinya tinggi, parfum punya aroma yang lebih pekat, mewah, dan tahan lama. Jenis ini biasanya juga dijual dalam ukuran yang lebih kecil karena cukup digunakan sedikit saja.
Parfum cocok dipakai untuk acara malam, dinner, pesta, atau momen spesial ketika kamu ingin tampil lebih berkesan. Ketahanannya bisa mencapai sekitar delapan jam, tergantung jenis aroma atau notes yang digunakan.
Namun, karena wanginya intens, pemakaiannya tidak perlu berlebihan. Cukup aplikasikan di titik nadi seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau leher agar aromanya menyatu dengan tubuh secara natural.
Eau de Parfum

EDP punya konsentrasi minyak parfum sekitar 10% hingga 20%. Jenis ini termasuk salah satu yang paling populer dan banyak dijual di pasaran.
EDP biasanya lebih terjangkau dibandingkan parfum murni, tetapi tetap punya aroma yang cukup kuat dan tahan lama. Wanginya bisa bertahan hingga sekitar lima jam, tergantung jenis kulit, cuaca, dan komposisi aromanya.
Jenis parfum ini cocok untuk kamu yang ingin wangi lebih awet tanpa harus sering semprot ulang. EDP bisa dipakai untuk aktivitas harian, pergi kerja, atau acara semi-formal.
Namun, untuk ruangan tertutup atau cuaca yang sangat panas, EDP sebaiknya dipakai secukupnya. Karena aromanya cukup kuat, pemakaian berlebihan bisa terasa terlalu dominan bagi orang di sekitar.
Eau de Toilette

EDT adalah pilihan yang pas untuk pemakaian sehari-hari. Kandungan minyak parfumnya biasanya sekitar 4% hingga 10%.
Dibandingkan EDP, aroma EDT cenderung lebih ringan, segar, dan tidak terlalu menusuk. Jenis ini biasanya lebih menonjolkan top notes, yaitu aroma pertama yang tercium setelah parfum disemprotkan.
EDT cocok dipakai untuk kerja, kuliah, brunch, atau aktivitas siang hari. Wanginya terasa clean dan nyaman, sehingga tidak membuat orang di sekitar merasa terganggu.
Dari segi harga, EDT biasanya berada di kisaran yang sama dengan EDP atau sedikit lebih murah. Kalau kamu suka aroma yang fresh dan subtle, EDT bisa jadi pilihan aman untuk daily perfume.
Eau de Cologne

EDC adalah jenis wewangian yang sangat ringan dan segar. Kandungan minyak parfumnya biasanya hanya sekitar 2% hingga 3%.
Awalnya, EDC banyak dipasarkan untuk pria. Namun, sekarang jenis wewangian ini sudah dianggap unisex dan bisa dipakai siapa saja.
Karena konsentrasinya rendah, EDC biasanya menjadi pilihan yang paling ringan dan relatif lebih terjangkau. Aromanya cocok untuk kamu yang suka wangi segar, bersih, dan tidak berlebihan.
Ketahanannya di kulit biasanya sekitar tiga jam, sehingga perlu disemprot ulang jika ingin aromanya tetap terasa. EDC cocok dipakai setelah mandi, saat cuaca panas, atau ketika kamu hanya ingin wangi tipis-tipis yang effortless.
Jadi, Mana yang Paling Cocok?
Kalau kamu ingin aroma yang mewah, intens, dan tahan lama untuk acara spesial, Parfum bisa jadi pilihan. Kalau ingin wangi yang tetap awet tetapi lebih fleksibel, EDP cocok untuk dipakai.
Untuk kegiatan harian yang butuh aroma ringan dan segar, EDT bisa diandalkan. Sementara itu, EDC cocok untuk kamu yang suka wangi clean, fresh, dan tidak terlalu kuat.
Pada akhirnya, parfum terbaik bukan hanya yang paling mahal atau paling tahan lama. Yang paling penting adalah wanginya cocok dengan karakter kamu, nyaman dipakai, dan bikin kamu merasa lebih percaya diri.
Tinggalkan Komentar
Komentar