Periskop.id - Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melaju di zona hijau. IHSG pagi ini naik 0,59% ke level 5.910,70. IHSG dibuka pada level 5.893,28 dan bergerak di rentang 5.864,08-5.935,68 saat beria ditulis.

“Diperkirakan IHSG berpotensi uji level psikologis 6.000 pada pekan ini,” ulas tim riset Phintraco Sekuritas, Senin (6/7). beberapa saham pilihan yang menarik dicermati, antara lain ASII, DSSA, AVIA, NCKL, EMAS dan ELSA.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 5,875.78 (+2.28%) pada perdagangan Jumat (3/7). Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup menguat, menyusul munculnya harapan bahwa the Fed berpotensi menunda kenaikan suku bunga karena data nonfarm payrolls yang lebih rendah dari estimasi. Berlanjutnya koreksi harga minyak mentah dan reboundnya harga emas juga menjadi faktor positif.

“Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross, sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.900-6.000 pada pekan ini,” tulis Phintraco.

Di sisi lain, bursa Wall Street libur pada perdagangan Jumat, sementara mayoritas indeks di bursa global ditutup menguat (3/7). Faktor positif yang memengaruhi penguatan indeks tersebut diantaranya adanya harapan bahwa the Fed berpotensi menunda kenaikan suku bunga setelah data nonfarm payrolls Juni yang dirilis hari Kamis (5/7) ternyata berada di bawah estimasi.

Selain itu berlanjutnya koreksi harga minyak mentah juga meredam kekhawatiran akan menguatnya laju inflasi akibat kenaikan harga energi. Harga emas menguat 2.3% ke level US$4,182/troy oz selama pekan lalu, yang merupakan kenaikan mingguan pertama sejak Mei 2026, dipicu oleh berkurangnya peluang the Fed akan menaikkan suku bunga pada September 2026 mendatang. 

Pada pekan ini, investor akan mencermati data FOMC minutes untuk mengungkapkan pandangan pejabat the Fed yang terbelah mengenai kebijakan moneter, diikuti oleh dirilisnya data ISM Services PMI, existing home sales dan neraca perdagangan AS. Dari Eropa, ECB juga akan merilis akun kebijakan moneter. Investor juga akan mencermati data ekonomi dari Jepang, Tiongkok, serta pertemuan OPEC. 

Dari domestik, akan dirilis data cadangan devisa (7/7), indeks keyakinan konsumen (8/7), penjualan ritel dan penjualan sepeda motor (9/7), serta penjualan mobil (10/7). Koreksi harga minyak dan rebound harga emas diperkirakan masih menjadi faktor positif pada pekan ini.

BEI kaji hapus 3 kriteria papan pemantauan khusus, terkait free float (6), likuditas rendah (7) dan saham suspensi (11), serta memperlebar batas autorejection menjadi bertingkat, yaitu untuk saham Rp1-Rp100 (Rp1), untuk saham Rp10-Rp200 (Rp35%), untuk saham Rp200-Rp5000 (25%) dan saham di atas Rp5000 (20%). Evaluasi ini bertujuan mendukung mekanisme perdagangan yang lebih transparan dan efisien.