Periskop.id - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menjelaskan penyebab pemadaman bergilir yang melanda Kota Pontianak dan Singkawang sejak awal Juli. Cuaca panas ekstrem membuat salah satu mesin pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan kapasitas produksi.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Barat Mukhlis Zarkasih menerangkan, suhu lingkungan yang tinggi memicu penurunan kapasitas produksi mesin pembangkit, kondisi yang dikenal sebagai derating. Gangguan itu memaksa PLN menerapkan skema pemadaman bergilir guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan wilayah.
"Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas," ujar Mukhlis dalam keterangan resmi PLN UID Kalimantan Barat, Sabtu (5/7).
Mukhlis memastikan gangguan ini tidak berkaitan dengan kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer lainnya. Sistem kelistrikan Kalimantan Barat disebutnya masih menyimpan surplus daya, meski cadangan yang tersedia tidak terlalu besar.
PLN UID Kalimantan Barat memberlakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak Jumat (3/7). Jadwalnya dibagi tiga sif, masing-masing berlangsung sekitar lima jam.
Pihaknya terus mengupayakan percepatan pemulihan unit pembangkit yang bermasalah agar pasokan listrik di Pontianak dan sekitarnya bisa segera pulih. "Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini," tutur Mukhlis.
Situasi serupa juga dialami Kota Singkawang. Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang Made Hary Palguna mengungkapkan proses perbaikan sebenarnya sudah dimulai sejak Kamis (3/7), namun pemulihan pasokan listrik belum dapat diselesaikan sepenuhnya.
Selama proses pemulihan, Made memastikan fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan menjadi prioritas utama dalam distribusi listrik, agar layanan publik tetap berjalan.
"Proses perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (3/7), namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," kata Made, Senin (7/7).
Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (5/7), pemadaman di Singkawang terjadi di sejumlah titik, di antaranya Jalan Alianyang, Jalan Pelangi, Terminal Induk, Kuala, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Ahmad Yani. Durasi pemadaman di area-area tersebut mencapai lima hingga tujuh jam.
Tinggalkan Komentar
Komentar