periskop.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan para personel TNI dan Polri merupakan "anak-anak rakyat" yang memiliki dedikasi tinggi serta rela berkorban fisik demi menjalankan tugas negara.
Ia menilai keberanian untuk berdiri di bawah terik matahari dan menjalankan tugas lapangan adalah pengabdian yang jarang dilakukan oleh kalangan ekonomi atas.
“Tentara dan polisi awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat. Kalau orang kaya mana mau masuk tentara? Mana mau jadi polisi? Suruh saja dia berdiri, enggak usah lama-lama, satu jam saja di panas matahari sana,” kata Prabowo di SPPG Polri Jakarta Barat, Jumat (13/2).
Prabowo secara khusus menaruh perhatian pada risiko kesehatan yang mengintai polisi lalu lintas serta personel lapangan lainnya. Paparan polusi udara setiap hari di jalan raya menjadi ancaman nyata bagi kondisi fisik jajarannya.
Kepala Negara merasa iba melihat beban kerja berat yang harus ditanggung para petugas di tengah kepungan asap kendaraan. Konsumsi zat berbahaya dari lingkungan kerja berpotensi merusak organ pernapasan para anggota.
“Apa itu? Karbon monoksida. Mungkin kalau polisi-polisi dicek paru-parunya, sudah hitam semua itu. Bener enggak? Gua kasihan juga sama lo polisi-polisi ini,” ucap dia.
Meskipun merasa khawatir, Prabowo memuji mentalitas para personel yang tetap teguh bekerja. Mereka dinilai memiliki ketangguhan luar biasa karena menjalankan kewajiban tanpa banyak mengeluh kepada pimpinan.
Presiden bahkan berkelakar mengenai keraguannya untuk menanyakan data medis spesifik anggota Polri. Ia mengaku tidak berani meminta rincian persentase masalah paru-paru kepada Menteri Kesehatan.
“Saya enggak berani nanya Menteri Kesehatan persentase polisi yang masalah paru-paru. Tapi mereka tidak mengeluh,” jelas Prabowo.
Kondisi fisik yang prima merupakan aset utama bagi para prajurit dan bhayangkara dalam menjaga stabilitas. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya tantangan kesehatan yang tidak ringan bagi mereka.
Pengorbanan besar personel di lapangan inilah yang menjadi landasan utama pemerintah untuk menjamin kesejahteraan keluarga mereka. Prabowo menekankan pentingnya asupan gizi yang baik bagi keluarga besar TNI-Polri.
Kehadiran negara sangat krusial untuk memastikan kebutuhan dasar para pendukung keamanan bangsa ini tercukupi. Dedikasi anggota di garis depan dianggap sebagai tulang punggung stabilitas nasional yang tidak tergantikan.
Negara berutang budi pada pengabdian fisik yang diberikan oleh para anggota di bawah terik matahari dan polusi. Oleh karena itu, jaminan kesehatan dan gizi menjadi prioritas yang akan terus diperhatikan pemerintah.
Tinggalkan Komentar
Komentar