periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Menurut Presiden, Kapolri layak mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi atas dedikasi dan kinerjanya selama ini.

“Tadi kita beri penghargaan kepada sejumlah perwira. Kapolri Listyo belum, karena beliau nanti harus dapat penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin Mahaputera itu pantas untuk beliau,” kata Prabowo di SPPG Polri Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Prabowo bahkan sempat menceritakan momen dirinya bertanya langsung kepada Listyo Sigit terkait tanda kehormatan tersebut di sela-sela acara.

“Saya tanya tadi, ‘Anda sudah dapat Mahaputera?’ Belum. Belum? Ya, saya yang beri Mahaputera untuk beliau,” jelas Prabowo.

Bagi Prabowo, pemberian anugerah ini bukan sekadar urusan administratif kenegaraan, melainkan sebuah bentuk apresiasi emosional antara pemimpin dan jajarannya. Ia mengibaratkan hubungan tersebut layaknya ikatan antara bapak dan anak.

“Ini kehormatan bagi seorang pemimpin. Ini kebahagiaan seorang bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya. Kebanggaan,” tegasnya.

Bintang Mahaputera sendiri merupakan tanda kehormatan tertinggi kedua yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada mereka yang berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa.

Dalam acara yang sama, Prabowo juga memberikan anugerah kepada beberapa pihak, mulai dari Kepala BGN hingga warga sipil. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menerima Bintang Jasa Utama, sementara Irjen Polisi (Purn) Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala BGN dianugerahi Bintang Jasa Pratama.

Selain itu, Komjen Polisi Dedi Prasetyo, Wakapolri, menerima Bintang Jasa Pratama; Komjen Polisi Wahyu Widada, Irwasum Polri, dianugerahi Bintang Jasa Nararya; Irjen Polisi Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya, menerima Satyalancana Wira Karya; dan Irjen Polisi Whisnu Hermawan Februanto, Kapolda Sumatera Utara, juga menerima Satyalancana Wira Karya.

Penghargaan juga diberikan kepada masyarakat sipil, salah satunya Haji Zaini Sidi yang merupakan seorang petambak. Ia mewakili 57 penerima lainnya yang masing-masing dianugerahi Satyalancana Wira Karya.