periksop.id - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan bahwa kinerja pasar saham menunjukkan lonjakan signifikan sejak Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, sepanjang periode Purbaya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 21 kali.

Secara total, IHSG membukukan 22 kali ATH sepanjang 2025. Hanya satu kali yang terjadi ketika Sri Mulyani Indrawati masih menjabat sebagai Menkeu.

“Indeks kita ternyata mencapai rekor high sepanjang 2025 itu 22 kali. Tapi yang menarik 21 kalinya zaman menteri keuangan baru (Purbaya). Jadi bisa kita bayangkan dampak daripada persepsi investor terhadap ekonomi kita,” ujar Iman dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, dikutip dari Antara, Jumat (12/12).

Iman menambahkan, lonjakan itu juga tercermin dari tembusnya level psikologis baru IHSG pada era Purbaya. Di bawah kepemimpinan Menkeu baru tersebut, IHSG pertama kali menyentuh level 8.000, sebelum terus menguat hingga mendekati 8.600.

“Ibu Sri Mulyani satu kalinya, dan Pak Purbaya 21 kali karena tembus 8.000 zaman beliau. Jadi kalau kita bicara 8.000 dan setiap dua bulan ini naik terus, sampai kemarin 8.600,” kata Iman.

Informasi saja, Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum masuk kabinet, Purbaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Ketua Dewan Komisioner sejak September 2020 hingga September 2025.

Purbaya optimis terhadap prospek pasar keuangan Indonesia, termasuk penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level yang lebih tinggi. Purbaya menilai kombinasi kebijakan fiskal yang agresif, likuiditas yang memadai, serta reformasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan pertumbuhan pasar modal.

“Ketika saya mulai di kementerian keuangan, minggu pertama saya gelontorkan uang Rp200 triliun ke sistem perekonomian. Itu kan membangkitkan semangat di perekonomian. Mereka semakin optimistis, ekonominya mulai bergerak. Bursa saham naik. Waktu (IHSG) ke Rp8.000 lebih, udah senang orang," kata Purbaya dalam acara Financial Forum di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/12).

Setelah itu, dia mengatakan pemerintah kembali menambah likuiditas sekitar Rp76 triliun pada November untuk menjaga momentum ekonomi. Purbaya menjelaskan, penambahan likuiditas dilakukan karena peredaran uang dasar sempat melemah setelah sebelumnya tumbuh kuat.