periskop.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp9,3 triliun atau setara Rp100 per saham kepada para pemegang saham pada Rabu 14 Januari 2026 lalu. Dividen interim dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 7 Januari 2026.

Menyusul aksi tersebut, saham BMRI terpantau menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (15/1). Berdasarkan pantauan Periskop, saham BMRI naik 4,34% ke level 5.050 saat berita ditulis. Dalam sepekan terakhir, saham BMRI naik 4,25%.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa pembagian dividen interim tersebut telah memperhitungkan kondisi permodalan perusahaan yang solid serta likuiditas yang memadai. Dengan kinerja keuangan yang tetap terjaga, Bank Mandiri masih memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.


“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental yang tetap solid,” ujar Riduan dalam keterangan resmi di Jakarta Kamis (15/1).

Riduan menilai kebijakan pembagian dividen ini mencerminkan fundamental Bank Mandiri yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi kinerja perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

"Langkah ini sekaligus menegaskan peran strategis Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," sambungnya.

Selain itu, pembagian dividen interim tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri kepada negara, seiring dengan peran Danantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesar perusahaan.

"Hal ini sejalan dengan upaya optimalisasi nilai investasi pemerintah serta penguatan peran Bank Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional," ucap Riduan.

Riduan melaporkan, kinerja keuangan Bank Mandiri hingga akhir November 2025 tetap solid dan ditopang oleh fungsi intermediasi perbankan yang tumbuh positif di atas rata-rata industri.

Adapaun dari sisi aktivitas, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun, mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara dari sisi pendanaan, Bank Mandiri berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.584 triliun. Pada saat yang sama, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 91% yang mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat serta ruang ekspansi yang tetap memadai.

Total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 pun tercatat mencapai Rp2.120 triliun. Capaian tersebut menegaskan ketahanan model bisnis perusahaan dalam menopang pertumbuhan jangka menengah di tengah dinamika global dan penyesuaian kebijakan moneter.

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat kontribusi bagi perekonomian nasional melalui sinergi ekosistem Mandiri Group dan akselerasi di berbagai sektor usaha, sehingga kinerja perusahaan tetap unggul dan bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Riduan.