iklan periskop
Saham

OJK Serahkan Proposal ke MSCI, Reformasi Pasar Modal Masuk Babak Baru

OJK menyerahkan proposal reformasi pasar modal ke MSCI untuk menjawab isu transparansi dan likuiditas.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
OJK Serahkan Proposal ke MSCI, Reformasi Pasar Modal Masuk Babak Baru
Dewan Komisioner pengganti kepala eksekutif pengawas pasar modal, keuangan derivatif dan bursa karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi Dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).Periskop/Maria Jessica
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyerahkan proposal reformasi pasar modal kepada penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret regulator untuk merespons sejumlah catatan krusial MSCI, khususnya terkait transparansi dan likuiditas pasar modal Indonesia.

Penyerahan proposal dilakukan dalam pertemuan langsung antara OJK dan tim analis MSCI, yang turut dihadiri Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta perwakilan dari Danantara.

"Kehadiran lintas institusi ini menegaskan keseriusan otoritas dalam mendorong reformasi struktural pasar modal nasional," tutur Pejabat Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers di gedung BEI, dikutip Selasa (3/2).

Hasan menegaskan isu-isu yang disoroti MSCI sejatinya telah sejalan dengan agenda pembenahan yang lebih dulu disusun oleh OJK. Dalam pertemuan tersebut, OJK bersama BEI dan KSEI mengajukan serangkaian solusi komprehensif yang dirancang untuk menjawab seluruh concern MSCI. Salah satu fokus utama adalah penguatan keterbukaan data kepemilikan saham guna meningkatkan kepercayaan investor global.

Tak hanya itu, OJK membahas klasifikasi investor yang selama ini hanya terbagi dalam 9 tipe utama akan dirinci menjadi 27 sub-tipe, sehingga pengungkapan kepemilikan dan kredibilitas data dapat lebih jelas.  Kemudian, terkait rencana kenaikan free float dari 7,5% menjadi 15% telah disepakati untuk diterapkan secara bertahap bersama seluruh pelaku pasar.

Hasan menambahkan MSCI juga akan memberikan panduan terkait metodologi perhitungan indeks mereka.

"Kami berkomitmen melakukan regular update kepada publik mengenai progres implementasi ini, sehingga seluruh langkah OJK dan pasar dapat dipantau secara transparan,” sambungnya.

Langkah-langkah ini diharapkan menjadi progres nyata yang tidak hanya memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Namun juga membuka peluang pengakuan positif dari MSCI pada evaluasi mendatang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Morgan Stanley Capital International (MSCI), Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BPI danantara dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.