banner-sheroes-yoga
Saham

IHSG Hari Ini Selasa 3 Maret 2025 Diperkirakan Lanjut Koreksi, Uji Support di Level 7.860-7.900

IHSG Selasa 3 Maret 2025 diperkirakan lanjut melemah. Jika tembus 8.000, indeks berpotensi uji support 7.860-7.900.

IHSG Hari Ini Selasa 3 Maret 2025 Diperkirakan Lanjut Koreksi, Uji Support di Level 7.860-7.900
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat turun lebih dari 6% pada perdagangan Rabu (28/1). Foto/Dok: Istimewa
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa 3 Maret 2025 diperkirakan melanjutkan pelemahan. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan masih di atas level MA200. Namun penyempitan histogram positif MACD berlanjut dan berpotensi membentuk Death Cross. 

“Jika IHSG breaklow level 8.000, diperkirakan berpotensi menguji level support berikutnya di 7.860-7.900,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Selasa (3/3).

Beberapa sahma yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain ANTM, ESSA, PTBA, LSIP dan INDY.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 8,016.83 atau turun 2,66%) pada perdagangan Senin (2/3). Meningkatnya ketegangan geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset-aset yang berisiko. Kenaikan harga minyak mentah memicu kekhawatiran akan potensi meningkatnya inflasi yang jika berlangsung lama dapat mendorong potensi kenaikan suku bunga.

“Namun mayoritas saham-saham terkait energi dan tambang emas membukukan penguatan, sehingga menahan pelemahan IHSG lebih lanjut,” tulis riset yang sama.

Rupiah spot ditutup melemah di level Rp16,868/US$, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang di Asia.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi meningkat 0.68% MoM di Februari 2026 dari deflasi 0.15% MoM pada Januari 2026. Inflasi ini terutama dikontribusikan oleh kenaikan Kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau, yang merupakan penyebab utama andil inflasi di setiap momen Ramadan.

Inflasi tahunan berakselerasi menjadi 4.76% YoY di Februari 2026 dari 3.55% YoY, karena adanya diskon tarif listrik pada awal tahun 2025.  Sementara itu surplus neraca perdagangan turun menjadi US$0.95 miliar di Januari 2026 dari US$3.49 miliar, akibat kenaikan impor sebesar 18.21% YoY dan ekspor hanya tumbuh 3,39% YoY. Manufacturing PMI Indonesia naik di level 53.8 pada Februari 2026 dari 52,6. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, pasar modal, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.