periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir sesi I perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI, IHSG turun 343,192 poin atau 4,32% ke level 7.596,575.

Sejak pembukaan, indeks langsung bergerak di zona merah. IHSG dibuka di level 7.896,377, sempat menyentuh posisi tertinggi 7.897,812, lalu terus tertekan hingga mencapai level terendah 7.584,858 sebelum penutupan sesi I.

Melansir data RTI, volume transaksi mencapai 35,079 miliar saham dengan nilai Rp18,109 triliun dan frekuensi 2.123.098 kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.572,617 triliun.

Tekanan jual terlihat mendominasi pergerakan saham. Sebanyak 713 saham tercatat melemah, 63 saham menguat, dan 37 saham stagnan, mencerminkan pergerakan mayoritas saham berada di zona merah sepanjang sesi pagi.

Pelemahan indeks terjadi di tengah sentimen pasar yang berkembang setelah Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi Negatif dari sebelumnya Stabil, dengan tetap mempertahankan rating di level BBB.

Dalam keterangannya, Fitch menyebut revisi outlook mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta potensi tekanan terhadap prospek fiskal dan eksternal. Lembaga tersebut juga memproyeksikan defisit fiskal 2026 berada di kisaran 2,9% dari PDB.

Selain itu, Fitch mempertahankan pandangannya terhadap fundamental makro Indonesia, termasuk proyeksi pertumbuhan sekitar 5% pada 2026-2027 dan rasio utang pemerintah yang diperkirakan berada di kisaran 41% terhadap PDB pada 2026.

Di sisi moneter, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75% sejak September 2025. Fitch memperkirakan inflasi tetap berada dalam target bank sentral dan membuka ruang penyesuaian suku bunga hingga akhir 2026.