periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimis pasar saham domestik berpotensi melanjutkan tren kenaikan meski ada guncangan geopolitik dan ketidakpastian global. Bursa cukup percaya diri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level 10.000 pada 2026.
"IHSG dapat tetap mencapai level 10.000? Ini disclaimer dulu, kalau kita sebenarnya nggak ngeluarin angka proyeksi gitu. Jadi BEI tidak menargetkan proyeksi IHSG di akhir tahun akan sebesar ini. Tapi kalau dibilang optimis, ya of course kita harus optimis," ucap Analisis Ekonomi dan Unit Kajian BEI Anita Kesia Zonebia dalam agenda Edukasi Wartawan IDX Market Update secara online Kamis (12/3).
Menurut Anita, optimisme ini bukan tanpa dasar. Sejak 2018, pasar telah melewati berbagai tantangan besar, mulai dari perang dagang global hingga pandemi pada 2020, namun IHSG mampu menunjukkan resilien. Meskipun volatilitas pasar bisa terjadi dalam jangka pendek hingga menengah, BEI menilai bahwa prospek jangka panjang IHSG tetap menjanjikan.
"Karena memang seperti yang kita udah alami dari 2018 hingga di tahun 2020 ada pandemi. Kita lihat bahwa sebenarnya volatilitas (IHSG) ini bisa terjadi tapi mungkin dalam short to medium term gitu bukan dalam jangka panjang. Nah, jadi IHSG itu menurut saya pribadi at least itu berpotensi untuk makin naik lagi ke depannya," jelasnya.
Menurutnya kombinasi fundamental ekonomi yang kuat, kinerja perusahaan yang stabil, dan pertumbuhan investor domestik dapat menjadi katalis positif bagi IHSG. Jika tren ini berlanjut, pasar saham Indonesia berpotensi kembali mencatatkan rekor kenaikan, meskipun tetap harus diwaspadai fluktuasi jangka pendek.
“Fundamental ekonomi kita yang relatif solid, kemudian company kita, listed companies kita juga sebetulnya masih oke,” bebernya.
Selain itu, pertumbuhan investor domestik yang tinggi kata Anita akan menjadi faktor pendukung pertumbuhan IHSG. Hal ini tercermin dari minat investasi masyarakat yang terus meningkat, terutama di segmen saham, yang turut memperkuat likuiditas pasar.
"Kemudian investor growth kita juga tinggi dan lain-lain. Itu mungkin yang bisa mendukung pertumbuhan IHSG ke depannya," pungkasnya.
Dengan dukungan ekonomi yang kokoh dan optimisme pasar yang terus terjaga. Meski tantangan tetap ada, investor diharapkan tetap bijak dan melihat peluang jangka panjang, karena potensi pertumbuhan IHSG ke depan tetap terbuka lebar.
Tinggalkan Komentar
Komentar