periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 10.000 pada 2026.
Menurutnya, pergerakan IHSG saat ini masih dipengaruhi dinamika pasar yang fluktuatif. Namun, ia meyakini penguatan akan terjadi seiring membaiknya kondisi fundamental ekonomi nasional.
"Bisa lah, ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat," kata Purbaya saat media briefing di Jakarta, dikutip Sabtu (25/4).
Purbaya menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukan menjaga pergerakan IHSG secara langsung, melainkan memastikan kondisi ekonomi tetap solid. Ia menilai pasar saham akan secara alami menyesuaikan diri dengan kekuatan fundamental ekonomi.
"Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu. Bukan jaga IHSG, karena IHSG akan menyesuaikan otomatis ke fundamental ekonominya," terang dia.
Sebagai informasi, IHSG pada Jumat, 24 April 2026, terpantau melaju di zona merah. IHSG mengakhiri perdagangan sesi I siang dengan pelemahan 3,06% ke level 7.153.
Saham grup konglomerasi dan blue chip kompak melemah. Antara lain AMMN (-6,6%), BBCA (-5,8%), BREN (-4,3%), dan TLKM (-3,5%). Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi, dengan IDX Infrastructure dan IDX Energy mencatat penurunan terbesar.
Secara teknikal, indikator MACD membentuk death cross diiringi dengan stochastic RSI yang mengarah ke bawah di area pivot.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 7.125–7.100 pada perdagangan sesi II," ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (24/4).
Tinggalkan Komentar
Komentar