periskop.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan 2026 bagi mitra driver Gojek roda dua dan roda empat berlangsung secara bertahap mulai 4 hingga 6 Maret 2026.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa BHR bukan sekadar bantuan finansial menjelang hari raya, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi mitra dalam menjaga keandalan layanan selama setahun terakhir.

“Bonus Hari Raya ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga semangat kebersamaan yang kami jaga di GoTo,” ujar Hans, Kamis (5/3).

Penyaluran dilakukan melalui saldo GoPay Mitra dengan sistem kategori penerima yang mempertimbangkan tingkat aktivitas dan kualitas layanan. GoTo menekankan bahwa skema ini dirancang agar lebih adil dan transparan, sesuai arahan pemerintah yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Penyaluran BHR tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan melalui koordinasi pemerintah bersama para aplikator transportasi digital.

Airlangga menyampaikan kebijakan Bonus Hari Raya ini lahir dari komunikasi intensif antara pemerintah dan perusahaan aplikasi transportasi. Hasilnya, untuk tahun 2026 lebih dari 850.000 mitra pengemudi diproyeksikan menerima BHR dengan total nilai mencapai sekitar Rp220 miliar.

Hans menegaskan bahwa BHR bukan sekadar bantuan finansial menjelang hari raya. Menurutnya, program ini mencerminkan semangat kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi hubungan antara perusahaan dan para mitra.

“Bonus Hari Raya ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga bentuk apresiasi dan semangat kebersamaan yang kami jaga di GoTo. Kami bersyukur para mitra terus mempercayakan Gojek sebagai tempat untuk memperoleh penghasilan dan bertumbuh bersama,” terang Hans

Hans menambahkan peningkatan alokasi dana BHR tahun ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi mitra dalam menjaga keandalan layanan Gojek selama 12 bulan terakhir, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dan keberlanjutan perusahaan.
Dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan BHR tidak hanya terlihat dari total anggaran, tetapi juga dari nilai minimum yang diterima mitra.

Dalam skema tersebut, GoTo sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 hingga Rp110 miliar meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp50 miliar. Dari total tersebut, sekitar 400.000 mitra pengemudi di platform Gojek akan menerima BHR tahun ini.

Jika pada 2025 nominal terendah berada di angka Rp50.000, maka pada 2026 meningkat signifikan menjadi Rp150.000 bagi mitra roda dua dan Rp200.000 bagi mitra roda empat.

"BHR merupakan bentuk penghargaan perusahaan kepada para mitra yang telah berkontribusi dalam ekosistem layanan Gojek," tambah Hans

Adapun, untuk memastikan penyaluran yang adil dan transparan, GoTo menggunakan sejumlah indikator dalam menentukan penerima BHR. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat aktivitas mitra di platform serta kualitas pelayanan kepada pelanggan. 
Indikatornya mencakup penggunaan platform sebagai sumber penghasilan utama atau tambahan yang diukur melalui jam online, serta kualitas layanan yang dinilai dari tingkat penerimaan dan penyelesaian pesanan.