periskop.id - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan menjelang libur panjang Idulfitri 2026.
Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG terkoreksi tajam 224,9 poin atau sekitar 3,05% dan menutup perdagangan di level 7.137,21. Level tersebut sekaligus menjadi titik terendah baru dibandingkan posisi sebelumnya di kisaran 7.156,7 yang tercatat pada 9 Maret 2026.
Tekanan pasar juga dipengaruhi oleh aksi jual investor asing yang tercatat mencapai sekitar Rp117,48 miliar di seluruh pasar pada hari itu, sementara secara akumulatif selama sepekan arus dana asing keluar mencapai sekitar Rp1,57 triliun, yang turut mendorong pelemahan IHSG hampir 6% dalam periode tersebut.
Dengan hanya tersisa dua hari perdagangan sebelum libur panjang Lebaran yang dimulai pada 18 Maret, Kiwoom Sekuritas menyarankan investor untuk memperbanyak sikap wait and see serta meningkatkan porsi kas dalam portofolio guna mengantisipasi potensi gejolak global selama Bursa Efek Indonesia tidak beroperasi.
"2 hari menjelang libur panjang Lebaran yang akan dimulai 18 Maret, kami masih menyarankan untuk perbanyak sikap wait & see simpan lebih banyak cash demi mengantisipasi gejolak global selama IDX tidak beroperasi," ulas Kiwoom dalam riset hariannya Senin (16/3)
Secara teknikal, tekanan penurunan dinilai mulai terbatas (limited downside potential), dengan area support berikutnya berada di kisaran 7.120 hingga 7.000. Meski demikian, Kiwoom Sekuritas masih melihat sejumlah peluang trading jangka pendek pada beberapa saham pilihan.
Pertama, Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berada pada area entry buy di kisaran 1.890–1.940 dengan target harga 2.000–2.060 serta cut loss di bawah 1.855.
Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menarik dicermati pada area 6.700–6.875 dengan potensi target 7.100–7.300 dan cut loss 6.550.
Sementara, di sektor teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memiliki area entry di 132–136 dengan target 141–145 serta cut loss 128. Kemudian dari sektor energi, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berada pada area entry 2.840–2.910 dengan target harga 3.000–3.090 dan cut loss di bawah 2.770.
Tinggalkan Komentar
Komentar