periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang solid. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai pergerakan indeks hingga penutupan Jumat lalu justru mempertegas bahwa pasar masih berada dalam fase bottoming yang belum matang.

"Indeks tercatat turun 67 poin atau minus 0,94% ke level 7.097,07 pada jumat merupakan level penutupan di bawah titik Low hari sebelumnya menegaskan bahwa belum ada gerakan reversal melainkan masih stay di dalam fase bottoming," tulis Liza dalam riset hariannya Senin (30/3).

Bahkan, pada awal perdagangan pekan ini, Senin, 30 Maret 2026 IHSG kembali dibuka dengan pelemahan, turun 1,42% ke level 6.996,45 dari posisi sebelumnya 7.097,05.

Menurut Liza, tekanan yang terjadi tidak bisa dipandang sebelah mata. Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,76 triliun dalam sehari, menambah deretan capital outflow yang secara akumulatif sudah membengkak hingga Rp22 triliun dalam sepekan terakhir.

Di saat bersamaan, nilai tukar rupiah yang bertahan di kisaran 16.961 per dolar AS turut mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat membayangi pasar domestik.

Meski secara mingguan IHSG hanya terkoreksi tipis 0,14%, Liza menegaskan bahwa angka tersebut cenderung menipu jika tidak dilihat lebih dalam. Stabilitas semu ini justru menyimpan tekanan likuiditas yang signifikan, terutama akibat derasnya arus dana asing yang keluar.

Kondisi ini membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap berbagai sentimen global maupun domestik. Ia pun mengingatkan pelaku pasar untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Strategi wait and see dinilai masih relevan, sembari mencermati sejumlah katalis penting yang berpotensi menggerakkan pasar dalam waktu dekat. 

“Ingatkan para investor/trader untuk masih lebih banyak menahan diri WAIT & SEE menunggu perkembangan PERANG US-IRAN serta data payroll US & data Inflasi Indonesia (bulan Maret) serta keputusan mitigasi risiko krisis BBM yang sedianya dirilis pemerintah pekan ini,” imbau Liza

Dalam skenario yang ada, Liza melihat IHSG masih berpeluang melanjutkan pelemahan untuk menguji area support terdekat di kisaran 7.050–7.000. Bahkan, tidak menutup kemungkinan indeks bergerak lebih dalam menuju level 6.920 jika tekanan eksternal dan internal belum mereda.

Meski demikian, peluang trading jangka pendek tetap terbuka bagi investor yang disiplin dan selektif. Beberapa saham yang dapat dicermati antara lain:
DSNG
Entry Buy : 1.560 – 1.600
Target Price : 1.650 – 1.700
Support : 1.535 – 1.560
Cut Loss : 1.525

ENRG
Entry Buy : 1.560 – 1.615
Target Price : 1.680 – 1.745
Support : 1.530 – 1.560
Cut Loss : 1.520

MIKA
Entry Buy : 2.110 – 2.160
Target Price : 2.230 – 2.290
Support : 2.080 – 2.110
Cut Loss : 2.060

SIDO
Entry Buy : 505 – 520
Target Price : 540 – 555
Support : 498 – 505
Cut Loss : 494