periskop.id - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat 10 April 2026. Pada perdagangan perdananya, saham WBSA sentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 34,52% ke level 226 dari harga IPO Rp168 per saham.
Asal tahu saja, PT BSA Logistics Indonesia Tbk merupakan perusahaan pertama yang debut di Bursa pada tahun ini. Perseroan menjadi emiten pertama yang sukses mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026, dan mendapat sambutan meriah dari Investor melalui Penawaran Umum yang mencapai oversubscribe sebesar 386,86 kali.
Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan logistik end-to-end, serta untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.
Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk Edwin Wibowo mengatakan, peluang industri logistik nasional masih sangat besar, mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan serta tingginya aktivitas industri dan konsumsi domestik. Kondisi ini mendorong kebutuhan yang besar akan layanan logistik multimoda yang terintegrasi.
“Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” imbuh dia, Jumat (10/4).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyebut pencatatan perdana ini bukan sekadar seremoni melainkan awal perjalanan WBSA sebagai perusahaan terbuka di hadapan publik dan investor.
“Hari ini kita menjadi saksi, PT Bursa Logistik Indonesia Tbk memulai perjalanannya memasuki apa yang kita maksudkan sebagai public arena atau arena publik dengan multiple stakeholder,” ujar Nyoman dalam sambutannya di Main Hall BEI.
Dengan melantai di bursa, WBSA kini resmi memasuki fase baru sebagai perusahaan publik yang dituntut untuk lebih terbuka dan akuntabel terhadap berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor dan regulator. Nyoman juga menegaskan bahwa pencatatan perdana saham ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi pertumbuhan perusahaan ke depan.
“Tentu pencatatan saham perdana ini kita harapkan membuka opportunities perseroan pada masa mendatang,” tambahnya.
Kehadiran WBSA sebagai emiten perdana di 2026 turut menjadi sinyal awal aktivitas pasar modal tahun ini, sekaligus membuka peluang meningkatnya minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) di BEI. Dengan langkah ini, BEI berharap WBSA dapat memanfaatkan status perusahaan terbuka untuk memperkuat kinerja, memperluas bisnis, dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar