periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) setelah sebelumnya disuspensi akibat lonjakan harga yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Suspensi saham WBSA terakhir diberlakukan sejak 24 April hingga 4 Mei 2026 atau selama enam hari bursa. BEI kemudian membuka kembali perdagangan saham ini mulai sesi I pada 5 Mei 2026, sehingga investor kembali dapat melakukan transaksi di pasar reguler dan pasar tunai.

Pasca pembukaan suspensi, pergerakan saham WBSA masih menunjukkan volatilitas tinggi. Pada 5 Mei 2026, saham ini ditutup menguat 9,77% ke level Rp1.460, lalu kembali naik 9,93% ke Rp1.605 pada perdagangan berikutnya. Namun pada Kamis (7/5), saham WBSA terpantau terkoreksi 9,97% ke level Rp1.445 saat berita ini ditulis.

Secara historis, saham WBSA memang mencatatkan kenaikan yang sangat agresif sejak melantai di Bursa pada 10 April 2026. Pada hari pertama perdagangan, saham ini langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 34,52% ke level Rp226 dari harga IPO Rp168 per saham.

Reli harga berlanjut hingga sempat mencapai Rp685 pada 7 April 2026, atau melonjak sekitar 308% dalam waktu kurang dari sepekan sejak pencatatan. BEI sempat membuka suspensi pada 21 April 2026, namun penguatan berlanjut hingga akhirnya kembali disuspensi pada 24 April 2026 saat harga menyentuh Rp1.330, naik sekitar 692% dari harga IPO.

Adapun pada perdagangan hari ini, Kamis (7/5), saham WBSA terpantau turun 9,97% ke level 1.445 saat berita ditulis. Dengan harga tersebut, saham WBSA menguat sekitar 760% sejak IPO.

Sebagai catatan, saham WBSA saat ini masuk dalam papan pemantauan khusus dengan skema Full Call Auction (FCA), di mana transaksi hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. Status tersebut diberikan karena saham mengalami suspensi lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan yang tidak wajar.