Periskop.id - AC Milan akhirnya mengambil langkah tegas setelah menutup musim Serie A 2025/2026 dengan hasil mengecewakan. Klub raksasa Italia itu resmi memecat pelatih Massimiliano Allegri usai Rossoneri hanya finis di posisi kelima klasemen akhir dan gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh manajemen klub Senin (26/5) waktu setempat, hanya sehari setelah Milan tumbang 1-2 dari Cagliari di laga penutup musim. Dalam pernyataan resminya, Milan menyebut performa tim pada fase akhir musim tidak dapat diterima dan menjadi alasan utama pemecatan Allegri.

"Periode akhir musim sepenuhnya tidak sejalan dengan performa yang ditunjukkan sebelumnya, dengan kekalahan mengecewakan pada laga terakhir tadi malam yang mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tegas dan tak terbantahkan," tulis AC Milan.

Kekalahan dari Cagliari menjadi simbol kemerosotan performa Rossoneri dalam beberapa pekan terakhir. Dari empat pertandingan terakhir Serie A, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan, hasil yang membuat mereka tersalip dalam perebutan tiket Liga Champions.

Padahal, pada sebagian besar musim, Milan sempat bersaing di papan atas dan masuk dalam perburuan gelar Liga Italia. Namun inkonsistensi di penghujung kompetisi membuat mereka gagal mempertahankan posisi empat besar.

Gagal lolos ke Liga Champions dinilai menjadi pukulan besar bagi Milan, baik dari sisi prestasi maupun finansial. Kompetisi elite Eropa itu selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan utama klub melalui hak siar, sponsor, dan pendapatan pertandingan.

Selain memecat Allegri, Milan juga melakukan restrukturisasi besar di jajaran manajemen sepak bola klub. Sejumlah petinggi seperti Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada ikut diberhentikan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh usai musim yang dianggap gagal total.

Allegri sendiri menjalani periode keduanya bersama AC Milan musim ini. Pelatih berusia 58 tahun itu sebelumnya pernah menangani Rossoneri pada 2010 hingga 2014 dan sukses mempersembahkan gelar Serie A pada musim 2010/2011.

Inkonsistensi
Namun comeback Allegri kali ini tidak berjalan sesuai harapan. Meski sempat membawa Milan bersaing di papan atas, performa tim perlahan menurun pada fase krusial kompetisi.

Sepanjang musim ini, lini serang Milan dinilai kurang konsisten, sementara pertahanan kerap kehilangan fokus dalam pertandingan penting. Kritik terhadap strategi Allegri juga semakin menguat setelah beberapa hasil buruk melawan tim papan tengah dan bawah.

Media-media Italia sebelumnya memang sudah ramai memberitakan posisi Allegri dalam tekanan besar apabila gagal membawa Milan ke Liga Champions.

Kini, manajemen Rossoneri mulai bergerak mencari pelatih baru untuk mempersiapkan musim 2026/2027. Beberapa nama yang dikaitkan dengan kursi pelatih Milan antara lain Roberto De Zerbi, Thiago Motta, hingga Antonio Conte.

AC Milan memastikan pengumuman terkait pelatih baru dan struktur manajemen anyar akan dilakukan dalam waktu dekat. "Pengumuman lebih lanjut terkait penunjukan baru akan disampaikan pada waktunya, dengan tujuan agar klub siap dan memiliki persiapan matang untuk musim berikutnya," tulis Milan.

Kegagalan Milan musim ini sekaligus memperpanjang persaingan ketat di papan atas Serie A. Dalam beberapa musim terakhir, dominasi Liga Italia terus berubah dengan hadirnya Inter Milan, Juventus, Napoli, hingga Atalanta sebagai pesaing kuat dalam perebutan tiket Liga Champions dan Scudetto.