periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 15 April 2026, masih berada dalam fase wave [iv] dari wave A pada label hitam atau alternatif wave B pada label merah. Struktur ini memberi sinyal bahwa potensi kenaikan belum sepenuhnya usai.

Dengan struktur tersebut, IHSG berpeluang kembali melanjutkan penguatan menuju rentang 7.700 hingga 7.843, sekaligus menguji area resistance penting yang akan menjadi penentu arah berikutnya.

"Saat ini, posisi IHSG diperkirakan akan membawa ke rentang 7.700–7.843 sekaligus menguji area resistance-nya," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (15/4).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026, IHSG kembali melesat dengan penguatan signifikan sebesar 2,34% ke level 7.675. Kenaikan ini ditopang derasnya aliran volume pembelian yang menegaskan dominasi buyerdi tengah pasar yang semakin bergairah.

Namun di balik itu, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati potensi koreksi jangka pendek yang wajar. Area terdekat berada di kisaran 7.587 hingga 7.639 sebagai zona penyeimbang sebelum melanjutkan penguatan.

"Cermati area koreksi terdekat yang berada di 7.587–7.639," tulis riset yang sama.

Adapun level support kuat terpantau di 7.488 dan 7.351 yang berfungsi sebagai bantalan jika tekanan jual meningkat. 

Sementara itu, resistance berada di 7.700 dan 7.861 yang menjadi gerbang krusial untuk membuka fase kenaikan selanjutnya.

Dalam lanskap yang dinamis ini, IHSG masih bergerak dalam bias positif, namun tetap menuntut kewaspadaan karena setiap fase kenaikan yang kuat selalu diiringi peluang koreksi yang tidak bisa diabaikan.

Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas pada perdagangan hari ini, Rabu, 15 April 2026:

BBNI - Spec Buy
BBNI menguat 1,63% ke level 3.740 dan disertai munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan posisi BBNI saat ini sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (5).
Spec Buy: 3.690–3.730
Target Price: 3.850, 3.950
Stoploss: di bawah 3.660


 

HRTA - Buy on Weakness
HRTA menguat 2,82% ke level 2.550 dan disertai munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan MA60. Kami memperkirakan posisi HRTA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.
Buy on Weakness: 2.480–2.540
Target Price: 2.760, 2.900
Stoploss: di bawah 2.450


 

NICL - Buy on Weakness
NICL menguat 3,19% ke level 970 dan masih disertai volume pembelian yang meningkat. Posisi NICL saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 910–950
Target Price: 1.010, 1.060
Stoploss: di bawah 880


 

TINS - Buy on Weakness
TINS menguat 7,05% ke level 3.950 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Saat ini, posisi TINS diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B).
Buy on Weakness: 3.780–3.910
Target Price: 4.110, 4.260
Stoploss: di bawah 3.670