periskop.id - Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merilis pedoman ketat terkait penggunaan fasilitas pengisian daya bagi seluruh pengguna kereta Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa merinci aturan penggunaan stop kontak demi menjaga keselamatan operasional dan kenyamanan penumpang.
“Whoosh menyediakan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan perjalanan penumpang salah satunya layanan pengisian daya atau stop kontak di area ruang tunggu stasiun maupun di dalam kereta untuk berbagai perangkat penumpang,” ujar Eva dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (30/5).
Eva mempersilakan penumpang menghubungkan perangkat elektronik pribadi ke sumber listrik selama mematuhi batas kewajaran daya.
Ia mengategorikan gawai seperti smartphone, laptop, tablet, hingga power bank sebagai barang aman.
Pejabat KCIC ini melarang keras penggunaan terminal listrik tambahan di area stasiun maupun di dalam gerbong penumpang.
Dia juga menolak pemakaian perangkat berdaya besar dan barang elektronik modifikasi karena berisiko tinggi mengganggu sistem kereta.
Eva meminta pelancong selalu mengawasi barang elektronik masing-masing selama proses pengisian daya berlangsung.
Ia turut melarang tindakan mencabut paksa kabel pengisi daya milik pengguna lain.
“Fasilitas stop kontak di Stasiun dan Whoosh disediakan untuk mendukung kebutuhan perangkat pribadi penumpang selama perjalanan. Kami mengajak seluruh penumpang untuk menggunakan fasilitas pengisian daya secara bijak dan saling menghormati sesama pengguna,” tutup Eva.
Penegasan aturan ini mengiringi lonjakan volume penumpang kereta Whoosh sebesar 15% pada masa libur panjang akhir pekan ini.
KCIC mencatat penjualan tiket menembus 12 ribu lembar dan memprediksi total keberangkatan mencapai 20 ribu pada penghujung hari.
Tingkat keterisian bangku menuju Bandung dari Stasiun Halim terpantau menembus angka di atas 80% pada rentang pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar