periskop.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan surat terbuka kedua menolak rencana distribusi susu formula massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Pengurus Pusat IDAI memperingatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta tiga wakilnya mengenai risiko pemberian susu formula tanpa indikasi medis bagi bayi. Peringatan ini secara spesifik menyoroti kebijakan distribusi yang menyasar anak usia 6 hingga 24 bulan.

Advertisement

​"Mohon izin kami pertegas bahwa batas usia bayi itu sampai 12 bulan, bukan hanya sampai 6 bulan," tulis akun resmi Instagram IDAI dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (30/5).

​IDAI mengapresiasi langkah Dadan memastikan program MBG tidak membagikan susu formula kepada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Namun, IDAI menilai distribusi massal bagi anak usia 6 hingga 24 bulan justru mengganggu fase pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

​"Jika susu formula diberikan massal tanpa indikasi medis dan rekomendasi dokter, ibu akan berisiko lebih cepat berhenti menyusui," jelasnya.

​Akun resmi IDAI mengingatkan Air Susu Ibu (ASI) masih menyumbang 35% hingga 40% kebutuhan energi anak usia 12 hingga 23 bulan. ASI juga berfungsi sebagai sumber utama asam lemak esensial dan vitamin harian.

​"Kandungan zat kekebalan dalam ASI setelah usia 6 bulan tetap ada dan penting untuk bayi dan anak," tegasnya.

​IDAI turut menyurati Wakil Kepala BGN Lodewyk mengenai pandangan medis terkait pemberian formula lanjutan. IDAI menegaskan anak sehat yang telah mendapat ASI dan MP-ASI tidak membutuhkan produk pertumbuhan tersebut secara rutin.

​"Jika susu formula diberikan massal tanpa indikasi medis dan rekomendasi dokter, negara menormalisasi produk yang secara ilmiah tidak diperlukan," tulisnya.

​IDAI mendesak Dadan beserta jajaran BGN segera menggelar diskusi langsung sepulang ibadah haji. IDAI telah mengirimkan surat resmi untuk meluruskan kesalahpahaman komunikasi di media sosial.

​BGN sebelumnya telah merespons surat terbuka pertama IDAI terkait kekhawatiran jutaan orang tua mengenai program susu gratis. IDAI juga memublikasikan pedoman lengkap harmonisasi kebijakan produk pengganti ASI melalui situs resmi idai.or.id.