periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah di level 5,594.77 atau turun 4,20%. IHSG dibuka pada level 5.846,491 dan sempat menguat ke level 5.860,671 sebelum ditutup pada level terendah hari ini.

Sebanyak 108 saham terpantau naik. Sementara 626 saham terkoreksi. Sisanya 81 saham bergerak stagnan. Semua sektor melemah dengan koreksi terbesar pada saham sektor transportasi dengan penurunan 5,97%.

Advertisement

“Beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintahan dan rumor pasar yang direspon negatif oleh pasar kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (5/6).

Beberapa kebijakan tersebut, antara lain revisi UU P2SK yang memicu kehawatiran mengenai potensi gangguan terhadap independensi lembaga keuangan. Sementara itu Kementerian Keuangan melaporkan realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180.4 triliun atau 0,7% dari PDB, dari defisit Rp20,9 triliun yang setara 0,09% dari PDB pada periode sama tahun 2025.

Meskipun demikian defisit tersebut masih di bawah target defisit tahun 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun atau setara 2,68% dari PDB).

Bersamaan dengan itu, rupiah ditutup melemah 0,46% pada level Rp18.049 per dolar AS. Berlanjutnya pelemahan rupiah ini memicu spekulasi BI akan mengadakan RDG darurat dari RDG yang terjadwal pada 17-18 Juni 2026 mendatang. 

Pada pekan depan dijadwalkan akan dirilis data cadangan devisa bulan Mei 2026 (8/6), consumer confidence Mei 2026 (10/6) dan retail sales April 20206 (11/6). 

“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5,500 pada pekan depan,” tulis riset yang sama.