Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat tipis pada perdagangan Jumat (19/6), meski sempat tergelincir ke zona merah di sesi I. Indeks komposit ditutup naik 0,08% atau 4,80 poin ke level 6.177,14.

Tim riset Sinarmas Sekuritas menilai sentimen pasar terhadap hasil MSCI Market Accessibility Review cenderung netral. Hasil tinjauan itu disebut sudah diantisipasi pelaku pasar sejak Januari lalu, sehingga dinilai telah ter-priced in.

Advertisement

"Market mungkin juga akan bergerak volatile range-bound, menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis (naik turun cepat) tetapi tertahan di dalam channel harga tertentu," tulis tim riset Sinarmas Sekuritas dalam catatannya, Jumat (19/6).

Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.117,31 hingga 6.215,06. Pada sesi I, IHSG sempat melemah 0,73% ke level 6.127 sebelum kembali pulih di sesi II.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan indeks. BBCA menguat 3,70% ke Rp6.300, MORA melonjak 20% ke Rp7.800, BYAN naik 13,40% ke Rp11.000, ASII tumbuh 0,84% ke Rp4.810, serta DSSA ditutup naik 8,97% ke Rp850.

Dari sisi hasil tinjauan MSCI, Sinarmas Sekuritas mencatat beberapa faktor yang menjadi sentimen positif. Pertama, Indonesia bertahan di kelas emerging market dan lolos dari risiko penurunan kelas ke frontier market.

MSCI juga tidak memasukkan Indonesia ke dalam Review Watch List, sehingga potensi aksi jual paksa (forced selling) oleh investor asing berhasil dihindari. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mendapat grace period dari MSCI untuk membenahi transparansi pasar.

Namun, MSCI juga melemparkan sejumlah catatan sekaligus tantangan. Rasio saham publik (free float) dinilai masih perlu ditingkatkan, dan ada indikasi perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar (fair price discovery).

Ke depan, Sinarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal bergerak dalam pola konsolidasi mendatar. Pengumuman final Annual Market Classification pada 23 Juni 2026 disebut menjadi katalis yang paling ditunggu pasar.

"Arah IHSG akan bergerak dalam konsolidasi mendatar (sideways) dalam rentang harian terbatas dan terukur. Sementara itu, volume berpotensi agak menurun karena pasar bersikap wait and see menanti pengumuman final Annual Market Classification pada 23 Juni 2026," tandasnya.