Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 77,21 poin atau 1,25% ke level 6.099,92 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (22/6). Dari seluruh indeks sektoral, hanya satu yang berhasil bertahan di zona hijau.

Tekanan jual mendominasi jalannya perdagangan. Tercatat 476 saham terkoreksi, sementara 200 saham berhasil menguat dan 135 saham lainnya stagnan.

Advertisement

Sektor properti menjadi satu-satunya indeks yang mampu menutup sesi I di teritori positif, meski kenaikannya tipis di angka 0,02%. Sepuluh sektor lainnya kompak berakhir di zona merah.

Sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam, tergerus 2,58%. Di bawahnya menyusul sektor perindustrian yang turun 2,09%, lalu sektor barang konsumen siklikal yang terkoreksi 2%.

Dari sisi likuiditas, total volume perdagangan hingga akhir sesi I mencapai 13,42 miliar saham. Nilai transaksinya tercatat Rp7,61 triliun.

Di jajaran saham LQ45, tiga emiten mencatat koreksi terdalam. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin dengan penurunan 4,71%, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang terkoreksi 4,63%, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melemah 4,35%.

Di sisi berlawanan, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi penguatan terbesar di LQ45 dengan kenaikan 3,45%. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyusul di posisi kedua dengan penguatan 3,27%.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melengkapi daftar top gainers LQ45 dengan kenaikan 2,22% hingga akhir sesi I.

Secara keseluruhan, dominasi pelemahan terlihat jelas dari rasio saham yang turun dibanding yang naik, yakni 476 berbanding 200. Ini menunjukkan tekanan jual tersebar luas di hampir seluruh lini pasar.

Pelemahan IHSG pada sesi I ini terjadi di tengah kondisi mayoritas indeks sektoral yang berada di zona merah, dengan sektor kesehatan, perindustrian, dan barang konsumen siklikal menjadi tiga penekan utama bursa.