Periskop.id - PT Rans Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad, resmi bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham. Perseroan menawarkan hingga 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari total modal ditempatkan dan disetor pasca-initial public offering (IPO).
Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan Selasa (23/6), kisaran harga penawaran awal ditetapkan antara Rp135 hingga Rp170 per saham. Dengan volume tersebut, perusahaan yang akan menggunakan kode ticker RANS ini berpotensi meraup dana maksimal sekitar Rp429,25 miliar.
Masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 23-25 Juni 2026. Setelah pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diperkirakan turun pada 30 Juni, penawaran umum kepada publik akan dibuka pada 2-8 Juli 2026. Pencatatan saham perdana di BEI ditargetkan pada 10 Juli 2026.
Seluruh dana hasil IPO, setelah dipotong biaya emisi, dialokasikan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Porsi terbesar, yakni sekitar 37,61%, diperuntukkan bagi kebutuhan operasional penyelenggaraan konser dengan mendatangkan artis lokal maupun internasional ke berbagai kota di Indonesia.
Sekitar 18,64% dari dana IPO akan dipakai untuk belanja modal (capital expenditure) pembangunan wahana bermain dan edukasi bernama Cipungland. Kemudian, 19,80% dialokasikan untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.
Sebagian dana lainnya disiapkan untuk membentuk entitas baru bersama PT Feedloop Global Teknologi guna menggarap bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perseroan juga akan menggunakan dana IPO untuk melunasi sebagian utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) serta memperkuat kinerja anak-anak usahanya.
Dari sisi lini usaha, Rans Entertainment menjalankan beragam aktivitas bisnis. Cakupannya meliputi produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan acara dan seni pertunjukan, periklanan, taman hiburan, arena permainan, hingga fungsi perusahaan holding.
Secara finansial, perseroan membukukan pendapatan Rp353,38 miliar sepanjang 2025, turun 13,91% dari Rp410,49 miliar pada 2024. Penurunan itu terutama dipicu oleh segmen duta merek dan talent management yang tergerus 51,55% menjadi Rp51,92 miliar.
Meski pendapatan melemah, margin usaha perseroan justru membaik. Laba kotor tercatat Rp152,71 miliar dengan margin laba bruto yang naik dari 38,79% pada 2024 menjadi 43,21% pada 2025, seiring turunnya beban pokok pendapatan.
Di sisi lain, laba tahun berjalan terkoreksi 41,60% menjadi Rp56,68 miliar dari sebelumnya Rp97,06 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh laba pelepasan entitas anak sebesar Rp44,94 miliar yang tercatat di 2024 dan bersifat tidak berulang.
Raffi Farid Ahmad tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 78,68% sebelum IPO. Setelah seluruh saham baru terserap pasar, kepemilikannya diproyeksikan terdilusi menjadi 62,93%.
Meski membuka peluang pertumbuhan lewat bisnis konten, hiburan, dan IP, perseroan turut mengungkapkan risiko utama dalam prospektusnya. Ketergantungan terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga dinilai berpotensi berdampak pada kinerja usaha apabila terjadi penurunan keterlibatan maupun isu reputasi pada keduanya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar