Periskop.id - S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) resmi memasukkan Indonesia dan Turki ke daftar pantau (watchlist) terkait kemungkinan penurunan status dari emerging market menjadi frontier market. Pengumuman tersebut dirilis pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.
Isu transparansi pasar disebut S&P DJI sebagai salah satu faktor di balik keputusan itu. Langkah ini pun sejalan dengan tindakan yang lebih dulu diambil penyedia indeks global lain, MSCI.
Di jalur MSCI, Indonesia sudah masuk dalam proses peninjauan sejak Januari lalu. Kekhawatiran atas potensi penurunan status tersebut dinilai telah memberikan tekanan besar pada pasar saham domestik.
Tekanan itu tergambar jelas dari kinerja indeks saham Indonesia yang melorot lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan. Bila dihitung dalam denominasi dolar AS, koreksinya bahkan mencapai sekitar 35%.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan posisi Indonesia beberapa waktu sebelumnya. Pasar saham Indonesia sempat menjadi salah satu destinasi favorit para pengelola dana yang aktif berinvestasi di kawasan emerging market.
Potensi penurunan klasifikasi oleh penyedia indeks global dinilai dapat mempengaruhi arus modal asing yang masuk ke bursa Indonesia. Banyak investor institusi menjadikan klasifikasi indeks sebagai acuan utama dalam menentukan alokasi investasi mereka.
Karena itu, perubahan status Indonesia dari emerging market ke frontier market berpotensi menggeser prioritas alokasi sejumlah dana investasi global yang secara khusus beroperasi di pasar berkembang.
Dalam peninjauan kali ini, S&P DJI juga memasukkan Nigeria ke dalam daftar pantau. Bedanya, Nigeria dipantau untuk kemungkinan kenaikan status dari standalone market menjadi frontier market dalam proses peninjauan klasifikasi pasar tahun depan.
Dengan masuknya Indonesia ke watchlist S&P DJI, kini dua penyedia indeks global terbesar secara bersamaan menempatkan pasar Indonesia di bawah sorotan. Keputusan akhir soal perubahan status Indonesia sendiri belum diumumkan.
Klasifikasi pasar oleh lembaga-lembaga indeks global seperti S&P DJI dan MSCI kerap menjadi referensi utama investor institusional berskala besar. Perubahan status, ke atas maupun ke bawah, umumnya berimbas langsung pada pola aliran dana ke bursa negara yang bersangkutan.
Tinggalkan Komentar
Komentar