Periskop.id - Comeback dramatis Argentina atas Mesir di Piala Dunia 2026 tak hanya mengguncang dunia sepak bola, tetapi juga memicu lonjakan aktivitas di pasar taruhan kripto dan platform prediksi berbasis blockchain.

Tim Tango berhasil membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2 dalam laga babak 16 besar yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 7 Juli. Tiga gol Argentina tercipta hanya dalam kurun waktu sekitar 13 menit di akhir pertandingan.

Cristian Romero membuka asa lewat gol pada menit ke-79 setelah memanfaatkan umpan Lionel Messi. Lima menit berselang, Messi menyamakan kedudukan. Kemenangan Argentina dipastikan oleh Enzo Fernandez lewat sundulan di masa injury time menit ke-92.

Sejumlah keputusan VAR turut menjadi faktor penting dalam momen krusial tersebut, yang secara langsung memengaruhi pergerakan taruhan live dan posisi di pasar prediksi berbasis kripto.

Di tengah tensi tinggi pertandingan, Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian. Di usia 39 tahun, ia mencetak gol kedelapan di turnamen ini sekaligus menorehkan rekor baru. Momen emosional Messi yang menangis di lapangan usai laga pun langsung viral di media sosial.

Secara statistik, Messi mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam laga fase gugur Piala Dunia secara beruntun, mencakup edisi 2022 hingga 2026. Ia juga telah mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia berturut-turut.

Total koleksi gol Messi di Piala Dunia kini mencapai 21 gol dari 31 pertandingan, melampaui capaian legenda seperti Just Fontaine dan Jairzinho. Adapun rekor gol terbanyak dalam satu edisi masih dipegang Fontaine dengan 13 gol pada 1958.

Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke perempat final dan akan menghadapi Swiss atau Kolombia. Status sebagai juara bertahan sejak Piala Dunia 2022 membuat performa Argentina kembali menjadi sorotan global.

Namun menariknya, di tengah euforia tersebut, dampak terhadap pasar kripto tidak sebesar yang terjadi beberapa tahun lalu. Meski terjadi peningkatan aktivitas taruhan kripto selama pertandingan berlangsung, tidak terlihat lonjakan signifikan pada harga fan token maupun aset kripto terkait sepak bola.

Padahal, pada periode 2021–2022, nama Messi identik dengan kolaborasi antara olahraga dan kripto, termasuk keterlibatannya dalam promosi fan token saat bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Kini, fan token seperti $PSG cenderung meredup dari perhatian utama. Tidak ada lonjakan harga besar, tren NFT, maupun hype signifikan di media sosial yang biasanya mengikuti momen besar seperti ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meski adopsi kripto di sektor olahraga masih ada, euforia pasar telah jauh lebih selektif. Momen bersejarah seperti yang ditorehkan Messi kini kembali lebih dipandang sebagai pencapaian sepak bola murni, bukan lagi pemicu utama reli di pasar kripto.