periskop.id - Langit malam di Lampung mendadak jadi perbincangan setelah kemunculan benda bercahaya yang meluncur cepat dan terpecah di udara. Video yang beredar di media sosial ini membuat banyak orang penasaran apakah itu meteor, benda asing, atau sesuatu yang lebih misterius?
Faktanya, fenomena ini adalah sampah antariksa, yaitu sisa-sisa benda buatan manusia di luar angkasa yang kembali memasuki atmosfer Bumi dan terbakar hingga terlihat seperti bola api dari permukaan. Untuk lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Sampah Antariksa?
Sampah antariksa adalah benda buatan manusia yang berada di luar angkasa, tapi sudah tidak digunakan lagi. Menurut Natural History Museum, bentuknya bisa macam-macam, mulai dari satelit yang sudah mati, bagian roket, sampai serpihan kecil hasil tabrakan di orbit.
Walaupun sudah tidak berfungsi, benda-benda ini tetap mengelilingi Bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Jumlahnya pun terus bertambah seiring makin seringnya peluncuran satelit dan misi luar angkasa. Karena itu, sampah antariksa menjadi perhatian para ilmuwan karena bisa mengganggu aktivitas di orbit, termasuk satelit yang masih aktif.
Sebagian sampah antariksa pada akhirnya akan jatuh kembali ke atmosfer Bumi. Saat masuk, benda tersebut bergesekan dengan udara hingga terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang bisa terlihat dari permukaan, mirip seperti bintang jatuh.
Sampah antariksa umumnya berada di ketinggian sekitar 2.000 kilometer di atas permukaan Bumi. Meski begitu, ada juga yang berada lebih rendah atau lebih tinggi, tetapi sebagian besar memang berkumpul di kisaran ketinggian tersebut.
Kenapa Bisa Terlihat dari Bumi?
Sampah antariksa bisa terlihat dari Bumi saat memasuki kembali atmosfer (re-entry). Pada proses ini, benda tersebut bergesekan sangat kuat dengan udara sehingga suhunya meningkat drastis dan terbakar, menghasilkan cahaya terang seperti bola api yang meluncur cepat di langit.
Benda yang terlihat itu biasanya berasal dari sisa roket, satelit yang sudah tidak aktif, atau serpihan kecil hasil tabrakan di orbit. Fenomena inilah yang sering disangka sebagai meteor, padahal bisa jadi itu adalah sampah antariksa.
Penjelasan Ahli Tentang Fenomena di Lampung
Dilansir dari Antara, Profesor Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa benda bercahaya yang melintas di langit Lampung dan viral di media sosial pada Sabtu (4/4) merupakan sampah antariksa.
"Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa," katanya, dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/4).
Thomas juga mengungkapkan bahwa objek itu merupakan bagian dari bekas roket China jenis Long March 3B yang melintas dari arah India menuju Samudra Hindia, tepatnya di wilayah barat Sumatra.
Berdasarkan data pelacakan dari Space-Track dan analisis orbit, objek tersebut mulai terlihat sekitar pukul 19.56 WIB ketika ketinggiannya turun hingga di bawah 120 kilometer. Pada titik ini, benda memasuki atmosfer yang lebih padat sehingga mengalami gesekan hebat, terbakar, lalu pecah menjadi beberapa bagian yang kemudian tampak sebagai cahaya terang di langit.
Fenomena itulah yang disaksikan masyarakat Lampung dan Banten dan sempat dianggap sebagai benda misterius. Padahal, benda itu merupakan bagian dari sampah antariksa yang terbakar saat masuk ke atmosfer Bumi.
Apakah Sampah Antariksa Berbahaya?
Sampah antariksa memang menyimpan risiko yang perlu diperhatikan karena bergerak sangat cepat di orbit Bumi. Mengacu pada penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional, setidaknya ada dua potensi bahaya utama yang bisa terjadi.
Pertama, saat masih berada di orbit, sampah antariksa berisiko bertabrakan dengan satelit yang masih aktif. Jika tabrakan terjadi, hal ini bisa merusak bahkan menghentikan fungsi satelit tersebut sehingga para ilmuwan terus berupaya mengendalikan jumlah sampah antariksa di luar angkasa.
Kedua, risiko muncul ketika sampah antariksa jatuh ke Bumi. Menurut Thomas Djamaluddin, ukurannya bisa sangat besar, bahkan mencapai berton-ton. Meski berpotensi membahayakan, kejadian benda ini benar-benar jatuh ke permukaan Bumi dan menimbulkan dampak serius tergolong sangat jarang.
Meskipun risikonya ada, masyarakat tidak perlu panik karena sebagian besar sampah antariksa akan terbakar habis saat memasuki atmosfer.
Tinggalkan Komentar
Komentar