Periskop.id - Dalam perjalanan membesarkan anak, setiap orang tua tentu memiliki pendekatan yang unik. Namun, data terbaru menunjukkan adanya pola perbedaan yang cukup kontras antara sosok ibu dan ayah dalam menjalankan peran mereka. 

Melansir hasil survei dari Pew Research Center yang dipublikasikan pada Januari 2023, orang tua di Amerika Serikat memiliki sudut pandang yang berbeda dalam banyak hal, mulai dari interaksi harian hingga cara mereka memandang identitas diri sebagai orang tua.

Salah satu temuan yang paling menonjol adalah kecenderungan ibu untuk bersikap lebih protektif dibandingkan ayah. Perbedaan ini mencakup bagaimana mereka menetapkan batasan serta seberapa sering mereka memberikan kelonggaran kepada sang buah hati.

Kontras Sikap Protektif dan Kebebasan

Data survei menunjukkan bahwa di antara orang tua yang memiliki anak di bawah usia 18 tahun, sebanyak 51% ibu mendeskripsikan diri mereka sebagai sosok yang terlalu protektif. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayah yang berada di angka 38%. 

Sebaliknya, para ayah justru lebih mungkin mengakui bahwa mereka memberikan terlalu banyak kebebasan kepada anak (24%) dibandingkan dengan para ibu (16%).

Ketegasan dalam memegang pendirian juga menjadi poin pembeda yang menarik. Sebanyak 40% ibu menyatakan bahwa mereka cenderung terlalu cepat mengalah saat berhadapan dengan anak. 

Di sisi lain, para ayah justru merasa mereka terlalu keras pada pendirian atau prinsip yang telah ditetapkan, dengan persentase 36% berbanding 24% pada ibu.

Antara Pujian, Kritik, dan Ekspektasi

Meskipun perbedaannya tidak terlalu besar, terdapat variasi tipis dalam hal pemberian apresiasi dan teguran. Sebanyak 29% ibu merasa bahwa mereka terlalu sering memberikan pujian kepada anak, sedikit lebih tinggi dari ayah yang berada di angka 23%. 

Sebaliknya, 23% ayah mengakui bahwa mereka terlalu sering melontarkan kritik kepada sang buah hati, dibandingkan dengan 18% dari pihak ibu.

Menariknya, dalam hal mendorong anak untuk bekerja keras, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan di antara keduanya. 

Meskipun demikian, para ibu memiliki kecenderungan sedikit lebih tinggi untuk menyatakan bahwa mendorong anak, baik terlalu keras maupun kurang keras, tidak mencerminkan gaya pengasuhan utama mereka secara keseluruhan.

Mengulang Sejarah atau Membuat Perubahan?

Cara orang tua dibesarkan di masa lalu ternyata turut memengaruhi bagaimana mereka mendidik generasi saat ini. 

Survei tersebut mengungkapkan bahwa 48% ibu memilih untuk membesarkan anak dengan cara yang berbeda dari pengalaman masa kecil mereka sendiri. Hanya 40% ayah yang mengambil langkah serupa.

Di sisi lain, para ayah justru lebih cenderung mempertahankan tradisi keluarga. Sebanyak 47% ayah menyatakan bahwa mereka membesarkan anak dengan cara yang mirip dengan bagaimana mereka dibesarkan dahulu, sementara hanya 40% ibu yang merasakan hal yang sama.

Peran Orang Tua sebagai Identitas Diri

Menjadi orang tua tetap dianggap sebagai pencapaian hidup yang sangat berarti bagi kedua belah pihak. Mayoritas ibu (88%) dan ayah (85%) sepakat bahwa memiliki anak adalah salah satu aspek terpenting dalam hidup mereka.

Namun, jika dilihat lebih dalam, terdapat perbedaan intensitas pada level prioritas identitas tersebut. Sebanyak 35% ibu menyebut peran sebagai orang tua sebagai aspek paling penting dalam keseluruhan hidup mereka, angka yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan para ayah yang berada di angka 24%.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa bagi banyak ibu, identitas sebagai orang tua memiliki beban emosional dan personal yang lebih mendalam dalam struktur kehidupan mereka.