Periskop.id - Peran ayah dalam keluarga sering kali dianggap sekadar pelengkap dalam pengasuhan anak. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara ayah dan anak perempuan justru memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental remaja perempuan.
Melansir artikel ilmiah yang terbit di Journal of Adolescence yang disusun oleh Sağkal dan tim (2018), kualitas hubungan ayah dengan anak perempuan terbukti berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan mereka.
Hubungan Ayah dan Anak Perempuan Jadi Faktor Penting
Penelitian ini melibatkan 310 remaja perempuan berusia 14 hingga 18 tahun di Turki. Para responden diminta mengisi survei terkait hubungan mereka dengan ayah, tingkat kesejahteraan, kondisi psikologis, serta pemenuhan kebutuhan psikologis dasar.
Hasilnya menunjukkan pola yang jelas. Remaja perempuan yang memiliki hubungan lebih baik dengan ayah cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dan mengalami lebih sedikit masalah psikologis.
Sebaliknya, hubungan yang kurang baik dengan ayah berpotensi meningkatkan risiko kondisi psikologis negatif seperti kecemasan, stres, atau perasaan tidak aman.
Penelitian ini tidak hanya menemukan pengaruh langsung, tetapi juga pengaruh tidak langsung yang tidak kalah penting.
Hubungan ayah dan anak perempuan yang baik ternyata membantu memenuhi kebutuhan psikologis dasar remaja, seperti kebutuhan untuk merasa dihargai, didukung, dan memiliki hubungan yang dekat.
Ketika kebutuhan ini terpenuhi, remaja perempuan cenderung merasa lebih bahagia, percaya diri, dan memiliki kondisi mental yang lebih stabil.
Sebaliknya, jika kebutuhan psikologis ini tidak terpenuhi, risiko munculnya masalah mental juga meningkat.
Dalam penelitian ini, konsep kebutuhan psikologis dasar merujuk pada teori Basic Psychological Needs Theory atau BPNT.
Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu membutuhkan tiga hal utama untuk berkembang secara sehat, yaitu rasa memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, perasaan mampu, dan kebebasan dalam mengambil keputusan.
Hubungan ayah yang hangat dan suportif membantu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga berdampak langsung pada kesehatan mental anak perempuan.
Kenapa Peran Ayah Sering Terabaikan?
Dalam banyak budaya, termasuk di berbagai negara berkembang, peran ayah dalam pengasuhan masih sering dipandang sebagai sekunder dibanding ibu.
Padahal, penelitian ini menunjukkan bahwa ayah memiliki peran unik yang tidak dapat sepenuhnya digantikan.
Kehadiran ayah yang aktif, perhatian, dan terlibat dalam kehidupan anak dapat memberikan rasa aman serta dukungan emosional yang penting.
Temuan ini memberikan pesan penting bagi orang tua, khususnya ayah, untuk lebih terlibat dalam pengasuhan anak.
Para peneliti menyarankan agar konselor sekolah dan praktisi kesehatan mental juga memperhatikan kualitas hubungan ayah dan anak perempuan dalam proses pendampingan.
Ayah didorong untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari anak.
Peran ini tidak hanya sebagai pendukung ibu, tetapi sebagai mitra pengasuhan yang setara.
Tinggalkan Komentar
Komentar