Periskop.id - PSSI mulai bergerak untuk membawa Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan komunikasi awal dengan FIFA terkait proses bidding sudah dilakukan, saat menghadiri Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ambisi besar sepak bola dan futsal Indonesia setelah performa tim nasional futsal terus meningkat dalam dua tahun terakhir. "Ya kemarin sudah disampaikan, nanti tentu FIFA yang mutusin," kata Erick Thohir kepada wartawan dalam Kongres Biasa Federasi Futsal Indonesia (FFI) 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (12/5). 

Dorongan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal tidak lepas dari peningkatan prestasi tim nasional futsal dalam beberapa turnamen internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, timnas futsal Indonesia berhasil mencatat sederet pencapaian penting, mulai dari juara Piala AFF Futsal 2024, meraih medali emas SEA Games 2025, hingga menjadi finalis Piala Asia Futsal 2026.

Indonesia juga sukses menjadi runner-up Piala AFF 2026 dan kini menembus peringkat 14 dunia versi FIFA setelah sebelumnya berada di posisi 24. Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar mengatakan, pencapaian tersebut membuat mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal semakin realistis.

Menurut Michael, kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta menjadi salah satu fondasi penting untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Ia menilai atmosfer turnamen, antusiasme penonton, hingga performa timnas Indonesia selama turnamen menjadi bukti bahwa Indonesia layak menjadi penyelenggara event futsal dunia.

“Kita berharap (karena) sudah pernah tuan rumah Piala Asia, berikutnya bisa mengincar Piala Dunia juga," ujar Michael.

Pada Piala Asia Futsal 2026, Indonesia mencetak sejarah dengan lolos ke final untuk pertama kalinya. Di partai puncak, Indonesia memberikan perlawanan sengit kepada Iran, salah satu negara futsal terkuat dunia dan langganan peserta Piala Dunia Futsal.

Pertandingan berlangsung dramatis setelah kedua tim bermain imbang 5-5 hingga babak tambahan waktu. Iran akhirnya keluar sebagai juara usai menang adu penalti 5-4 dan merebut gelar ke-14 mereka.

Penampilan Indonesia dalam turnamen tersebut mendapat sorotan positif dari pecinta futsal Asia dan memperkuat posisi Indonesia, sebagai salah satu kekuatan baru futsal regional.

Naik Kelas
Meski peluang menjadi tuan rumah mulai terbuka, Erick Thohir mengingatkan Federasi Futsal Indonesia harus meningkatkan kualitas organisasi dan tata kelola agar siap menggelar event berskala dunia.

"Inilah yang selalu saya bilang ekosistem. Karena ini sudah mulai naik kelas, organisasinya harus naik kelas," kata Erick saat membuka Kongres Biasa FFI 2026.

Ia menegaskan, kesiapan organisasi menjadi faktor penting dalam penilaian FIFA untuk menentukan tuan rumah. "Jangan sampai, nanti tiba-tiba diberikan event Piala Dunia, organisasinya kacau," kata Erick.

Menurut Erick, sinergi antara PSSI dan FFI harus terus diperkuat agar pengembangan futsal nasional berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. "Apa yang baik di futsal, kita contoh. Apa yang baik di PSSI, futsal contoh. Ya, tidak ada yang istilah gengsi-gengsian. Kalau yang namanya keluarga itu harus berani saling koreksi dan bicara. Dan itu yang saya contohkan ketika futsal kembali menjadi keluarga besar PSSI," imbuhnya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang semakin agresif membidik penyelenggaraan turnamen olahraga internasional. Sebelumnya Indonesia sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, berbagai turnamen bulu tangkis dunia, MotoGP Mandalika, hingga sejumlah ajang esports internasional.

Jika FIFA menyetujui bidding tersebut, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara Asia Tenggara pertama yang menggelar Piala Dunia Futsal dengan skala penuh. Selain mendongkrak prestasi olahraga, penyelenggaraan event dunia juga dinilai dapat meningkatkan sport tourism, investasi olahraga, hingga pertumbuhan ekonomi kreatif nasional