periskop.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh proses naturalisasi pemain untuk memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia. Dukungan ini dinilai menjadi angin segar bagi percepatan penguatan skuad Garuda.

Ia menyampaikan komitmen Prabowo tersebut saat merespons pertanyaan wartawan mengenai kelanjutan naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. Kedua pemain tersebut diketahui telah mendapatkan lampu hijau dari Komisi XIII dan Komisi X DPR RI.

Advertisement

"Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan, 'pokoknya saya sebagai pimpinan negara, apa pun yang bisa kita dukung untuk sepak bola, akan saya lakukan'," ujar Erick seusai bertemu Presiden Prabowo bersama pelatih timnas Indonesia John Herdman di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6).

Erick memaparkan, prosedur naturalisasi kedua pemain kini tinggal menunggu surat resmi dari pimpinan DPR kepada pemerintah. Langkah administratif tersebut merupakan tindak lanjut wajib setelah adanya persetujuan di tingkat komisi.

Menurutnya, tahapan berikutnya yang harus dilalui adalah pengesahan dalam rapat paripurna DPR. Setelah proses di parlemen rampung, usulan tersebut akan langsung diteruskan kepada Presiden.

"Saya tunggu dari DPR. Setelah disahkan dalam rapat paripurna, baru disampaikan kepada Bapak Presiden," ujarnya.

Erick menyebutkan, Presiden Prabowo sangat berkomitmen menyokong segala kebijakan yang mampu mendongkrak prestasi sepak bola nasional. Hal itu termasuk mempermudah proses naturalisasi pemain asing yang memang dibutuhkan oleh tim nasional.

Ia menilai, program naturalisasi ini efektif menjadi strategi jangka pendek untuk mendongkrak performa tim. Kendati demikian, pemerintah ditegaskan tetap memprioritaskan pemain asing yang memiliki garis keturunan Indonesia.

"Naturalisasi masih menjadi bagian dari program kita, terutama untuk pemain yang memang memiliki darah Indonesia," katanya.

Erick menambahkan, para pemain keturunan yang dinaturalisasi ini juga memiliki komitmen tinggi. Mereka disebut memiliki semangat besar untuk membela dan membawa tim nasional Indonesia bersaing di kancah internasional.

Di sisi lain, ia menerangkan bahwa pembinaan talenta lokal di dalam negeri tidak akan dianaktirikan. Pengembangan bibit muda tetap menjadi prioritas utama federasi melalui kompetisi usia dini dan pembinaan yang terstruktur di berbagai daerah.

Erick menjelaskan, pelatih tim nasional John Herdman saat ini juga aktif turun ke lapangan. Arsitek taktik asal Kanada tersebut dilaporkan terus memantau potensi-potensi baru dari pesepak bola muda lokal.

"Keseimbangan antara persiapan tim nasional senior dan kelompok usia muda harus terus dijaga. Kita melihat banyak potensi pemain lokal yang terus berkembang dan dipantau tim pelatih," tutup Erick.