periskop.id - Jelang paruh kedua 2026, rumor mengenai generasi terbaru Apple Watch Ultra semakin ramai beredar. Jika berbagai bocoran yang muncul sejauh ini terbukti akurat, maka Apple tampaknya sedang menyiapkan salah satu pembaruan terbesar sejak lini Ultra pertama kali diperkenalkan pada 2022. 

Fokus utamanya bukan hanya pada desain yang lebih ramping, tetapi juga peningkatan kemampuan pemantauan kesehatan, efisiensi daya, dan integrasi kecerdasan buatan yang lebih dalam.

Advertisement

Melansir Geeky-Gadgets, salah satu perubahan yang paling banyak dibicarakan adalah desain baru yang lebih tipis. Sejumlah laporan menyebut ketebalan perangkat dapat berkurang hingga sekitar 15% dibanding generasi sebelumnya. 

Meski dimensinya lebih ramping, Apple disebut tetap mempertahankan konstruksi tangguh berbahan titanium yang selama ini menjadi ciri khas seri Ultra. Pendekatan ini penting karena banyak pengguna menganggap Apple Watch Ultra sangat andal untuk aktivitas luar ruang.

Selain bodi yang lebih tipis, layar juga dikabarkan mengalami penyempurnaan. Beberapa sumber menyebut Apple tengah mengembangkan tampilan yang lebih mendekati desain edge-to-edge sehingga area tampilan menjadi lebih luas tanpa harus memperbesar ukuran keseluruhan perangkat. 

Hasilnya, pengguna berpotensi mendapatkan pengalaman visual yang lebih nyaman saat membaca notifikasi, melihat peta, atau memantau data olahraga.

Perubahan besar berikutnya berada pada sektor kesehatan. Bocoran menyebut Apple sedang merancang ulang susunan sensor di bagian belakang jam tangan dengan konfigurasi berbentuk cincin yang memuat delapan sensor terpisah. 

Sistem baru ini diyakini mampu meningkatkan akurasi pengukuran data biometrik secara berkelanjutan. Salah satu fitur yang paling dinantikan adalah kemampuan pemantauan tekanan darah.

Menurut data industri wearable dari IDC dan Counterpoint Research, fitur kesehatan kini menjadi alasan utama konsumen membeli smartwatch premium, bahkan mengungguli fungsi notifikasi dan komunikasi. Tren ini membuat persaingan antara Apple, Garmin, Samsung, dan Huawei semakin berfokus pada inovasi sensor kesehatan serta analisis data tubuh secara real-time.

Peningkatan lain yang tidak kalah penting adalah sektor daya tahan baterai. Salah satu kritik yang kerap ditujukan kepada Apple Watch dibanding jam olahraga dari Garmin atau Suunto adalah ketahanan baterainya yang masih relatif pendek. 

Karena itu, Apple dikabarkan akan membekali Ultra 4 dengan chip generasi baru S12 yang diproduksi menggunakan proses manufaktur 3 nanometer. Teknologi tersebut diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi energi secara signifikan.

Jika rumor tersebut benar, pengguna dapat memperoleh waktu operasi hingga sekitar 72 jam saat mode hemat daya diaktifkan. 

Semua kemampuan tersebut diperkirakan akan berjalan di atas watchOS 27. Sistem operasi terbaru ini disebut dirancang untuk memaksimalkan integrasi antara perangkat wearable dan ekosistem Apple yang lebih luas.

Meski Apple masih belum memberikan pernyataan resmi, berbagai laporan menyebut Apple Watch Ultra 4 kemungkinan diperkenalkan pada acara peluncuran produk musim gugur tahun ini. 

Harga jualnya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari generasi sebelumnya, sehingga peningkatan fitur yang cukup besar berpotensi menjadikannya salah satu smartwatch premium paling menarik di pasar 2026.