periskop.id - Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Balai Yasa Mangarai menciptakan sebuah inovasi dalam peningkatan layanan dan kenyamanan terhadap penumpang. Inovasi yang diciptakan adalah kereta ekonomi kerakyatan yang menghadirkan kenyamanan baru bagi penumpang.
Jika diurutkan berdasarkan kelasnya, kereta ini berada di posisi antara kereta ekonomi reguler dan kereta ekonomi subsidi (PSO). KAI sendiri memberikan tarif tiket kelas ekonomi ini lebih terjangkau dari ekonomi reguler, tapi lebih mahal dari kereta ekonomi subsidi.
Kehadiran gerbong kereta baru ini menunjukkan komitmen KAI untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang dan menjadikan kereta sebagai transportasi umum yang terjangkau bagi setiap lapisan masyarakat.
Desain Kereta Api Kerakyatan
Kereta api kerakyatan ini merupakan hasil modifikasi Balai Yasa Mangarai dari kereta AC ekonomi generasi sebelumnya. Modifikasi ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas pelayanan dari armada kereta yang telah dimiliki KAI.
Pada dasarnya, kereta ini mengusung konsep kereta ekonomi PSO dengan konfigurasi 3-2. Namun, kapasitas penumpangnya dikurangi dari 106 tempat duduk menjadi 93 tempat duduk. Meski begitu, adanya pengurangan kapasitas ini untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang.
Berbeda dengan ekonomi PSO, kursi dari kereta api kerakyatan ini dapat dibalik mengikuti arah jalannya kereta api sehingga membuat penumpang tidak merasakan pusing ketika berada di dalam kereta api.
Namun, kursi dari kereta ini tidak direkomendasikan untuk posisi berhadapan karena akan mengganggu kenyamanan penumpang akibat ruang kaki yang lebih terbatas.
Untuk segi eksterior, kereta ini masih memiliki desain yang sama seperti kereta ekonomi generasi sebelumnya. Desain livery dari kereta ini menyerupai kereta ekonomi new generation dengan warna dasar putih, lalu dipadukan dengan garis berwarna biru langit dan warna hitam sepanjang jendela.
Rute yang Dilalui Kereta Api Kerakyatan
Kereta api kerakyatan telah dioperasikan secara perdana pada 11 Maret 2026. Kereta ini juga direncanakan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Melansir dari akun Instagram resmi @kai121_, kereta ini digunakan untuk kereta api tambahan relasi Lempuyangan-Pasar Senen (PP). Rute ini menjadi rute favorit yang menghubungkan ibu kota Jakarta dan Yogyakarta sebagai kota wisata dan edukasi.
Selain sebagai tujuan edukasi dan wisata, Yogyakarta juga menjadi destinasi bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dan berbagai kegiatan lainnya.
Pasar Senen sendiri sudah dikenal lama oleh masyarakat sebagai stasiun keberangkatan dan pemberhentian kereta kelas ekonomi. Stasiun ini banyak melayani berbagai tujuan ke daerah Jawa.
Sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta, kereta ini melakukan pemberhentian di beberapa stasiun, seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, dan Lempuyangan.
Dari Stasiun Pasar Senen, kereta ini berangkat pada pukul 15.25 WIB dan tiba pukul 22.57 WIB. Sementara dari Stasiun Lempuyangan berangkat pukul 06.00 WIB dan tiba di Pasar Senen pukul 13.56 WIB. Durasi perjalanan dari kereta ini rata-rata sekitar 7–8 jam.
Tarif yang Ditawarkan
Harga tiket kereta ini sebesar Rp200.000. Namun, KAI memberikan diskon tiket sebesar 30% untuk periode keberangkatan 14-29 Maret 2026. Setelah mendapat diskon 30%, harga tiket berubah menjadi Rp175.000
Tiket kereta dapat dipesan mulai tanggal 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret-1 April 2026. Pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI.
Pro Kontra Pengoperasian Kereta Api Kerakyatan
Meskipun kereta ini didesain untuk kenyamanan penumpang, ternyata masih ada pro-kontra terkait area luas antarkursi dan lorong kereta. Keluhan ini sempat dirasakan oleh salah satu pencinta kereta api yang disampaikan melalui unggahan story akun Instagram resminya @arprailways.
Berdasarkan unggahan story-nya, area lorong dari kereta ini terlihat cukup sempit, hanya seukuran panjang kaki orang dewasa. Bagi orang yang sedikit gemuk, harus memiringkan badannya sedikit agar tidak menyenggol penumpang yang sedang duduk.
Penumpang juga harus mengangkat tasnya agar dapat melewati lorong kereta tersebut. Begitu pun layanan antar makanan, para pramuniaga yang bertugas menawarkan makanan tidak dapat menggunakan troli. Mereka perlu membawa nampan atau tas untuk mengantar makanan.
Menurutnya, untuk harga promo Rp175.000 masih masuk akal untuk menaiki kereta tersebut. Namun, apabila harganya kembali normal menjadi Rp200.000, ia lebih memilih kereta lain yang lebih nyaman.
Meski begitu, tetap ada kelebihan dari kereta ini. Untuk jarak antarkursi, terlihat lebih luas dan nyaman untuk ukuran orang dewasa. Tingkat keempukan kursinya juga dinilai lebih baik daripada kereta ekonomi PSO. Sementara itu, toilet juga terlihat lebih bersih dan rapi.
Tinggalkan Komentar
Komentar