Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menambah pemberhentian kereta api jarak jauh dari dan menuju Stasiun Gambir di Stasiun Jatinegara, Jumat (12/6). Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di pusat Jakarta akibat adanya aksi penyampaian pendapat atau unjuk rasa.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, penambahan pemberhentian mulai berlaku pada Jumat siang. Dengan kebijakan tersebut, penumpang kereta jarak jauh yang berangkat dari Gambir dapat memilih naik dari Stasiun Jatinegara untuk menghindari potensi keterlambatan akibat macet menuju Gambir.

Advertisement

“Kebijakan ini mulai diberlakukan pukul 13.00 WIB,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Jakarta, Jumat.

Franoto menjelaskan, kebijakan tersebut diambil karena aksi unjuk rasa di Jakarta berpotensi meningkatkan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan utama. Salah satu area yang berpotensi terdampak adalah akses menuju Stasiun Gambir, mengingat lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan pusat pemerintahan dan titik-titik aksi.

Aksi penyampaian pendapat pada Jumat dipusatkan antara lain di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Pergerakan massa dan kendaraan di sekitar pusat kota diperkirakan dapat memengaruhi kelancaran perjalanan masyarakat, termasuk penumpang kereta api yang hendak menuju Stasiun Gambir.

“Penambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara merupakan bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan agar tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman, dan tepat waktu, meskipun terdapat potensi kepadatan lalu lintas,” ucap Franoto.

Tak Ubah Jadwal
KAI menegaskan, penambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara tidak mengubah jadwal keberangkatan kereta api dari stasiun awal. Artinya, jam keberangkatan tetap mengacu pada tiket yang telah dimiliki penumpang.

“Jadwal perjalanan kereta api tetap sesuai dengan yang tertera pada tiket,” kata Franoto.

Dengan demikian, penumpang tetap diminta memperhatikan jadwal keberangkatan masing-masing dan datang lebih awal ke stasiun. Bagi penumpang yang semula berangkat dari Gambir, Stasiun Jatinegara dapat menjadi opsi naik kereta apabila akses menuju Gambir terhambat kepadatan lalu lintas.

KAI juga telah melakukan sosialisasi kepada pelanggan melalui berbagai kanal komunikasi. Informasi terkait kebijakan pemberhentian tambahan disampaikan antara lain melalui SMS dan WhatsApp blast agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

Penambahan pemberhentian di Jatinegara menjadi strategi operasional yang kerap dilakukan KAI Daop 1 Jakarta ketika akses menuju Stasiun Gambir berpotensi terganggu. Kebijakan ini penting karena Gambir merupakan salah satu stasiun utama keberangkatan dan kedatangan kereta api jarak jauh di Jakarta.

Dalam kondisi normal, penumpang kereta jarak jauh dari dan menuju Gambir mengandalkan akses jalan pusat kota. Namun, saat ada aksi unjuk rasa atau kegiatan besar di kawasan Monas, Bundaran HI, Medan Merdeka, Patung Kuda, atau sekitarnya, perjalanan menuju Gambir dapat memakan waktu lebih lama.

Karena itu, Stasiun Jatinegara dipilih sebagai titik alternatif karena memiliki akses yang lebih fleksibel dari beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya. Penumpang dari Jakarta Timur, Bekasi, Depok, maupun sebagian wilayah Jakarta Selatan dapat mempertimbangkan Jatinegara sebagai titik keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan di pusat kota.

Kebijakan ini berlaku untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir. Beberapa kereta yang mendapatkan tambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara antara lain Purwojaya, Taksaka, Brawijaya, Bima, Gajayana, Cakrabuana, Sembrani, Pandalungan, Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Gunungjati, Manahan, dan Argo Anjasmoro.

Daftar Kereta
Berikut daftar kereta api dari Stasiun Gambir yang berhenti di Stasiun Jatinegara:

KA 58F Purwojaya relasi Gambir-Kroya, pukul 13.39 WIB.

KA 44 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta, pukul 14.14 WIB.

KA 38 Brawijaya relasi Gambir-Malang, pukul 15.58 WIB.

KA 8 Bima relasi Gambir-Surabaya Gubeng, pukul 17.14 WIB.

KA 7008C KA Tambahan GMR-YK relasi Gambir-Yogyakarta, pukul 17.30 WIB.

KA 36 Gajayana relasi Gambir-Malang, pukul 19.04 WIB.

KA 124B Cakrabuana relasi Gambir-Purwokerto, pukul 19.24 WIB.

KA 42 Sembrani relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, pukul 19.44 WIB.

KA 32 Pandalungan relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, pukul 20.09 WIB.

KA 4B Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, pukul 20.44 WIB.

KA 14 Argo Lawu relasi Gambir-Solo Balapan, pukul 20.59 WIB.

KA 54 Purwojaya relasi Gambir-Kroya, pukul 21.09 WIB.

KA 48 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta, pukul 21.34 WIB.

KA 120B Gunungjati relasi Gambir-Cirebon, pukul 22.20 WIB.

KA 64B Manahan relasi Gambir-Solo Balapan, pukul 23.04 WIB.

KA 30B Argo Anjasmoro relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, pukul 23.49 WIB.

Tidak hanya keberangkatan dari Gambir, KAI juga menambah pemberhentian di Stasiun Jatinegara untuk sejumlah kereta api tujuan Gambir. Dengan kebijakan ini, penumpang yang turun di Jakarta dapat memilih turun di Jatinegara apabila ingin menghindari kepadatan menuju kawasan Gambir dan pusat kota.

Berikut daftar kereta api menuju Stasiun Gambir yang melakukan tambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara:

KA 141B Parahyangan relasi Bandung-Gambir, pukul 13.00 WIB.

KA 43 Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir, pukul 13.20 WIB.

KA 13 Argo Lawu relasi Solo Balapan-Gambir, pukul 15.10 WIB.

KA 137B Parahyangan relasi Bandung-Gambir, pukul 15.50 WIB.

KA 1B Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir, pukul 16.39 WIB.

KA 61B Manahan relasi Solo Balapan-Gambir, pukul 17.16 WIB.

KA 123B Cakrabuana relasi Cirebon-Gambir, pukul 18.32 WIB.

KA 47 Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir, pukul 20.41 WIB.

KA 119B Gunungjati relasi Semarang Tawang-Gambir, pukul 21.24 WIB.

Kebijakan tambahan pemberhentian ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah daerah dan kepolisian agar masyarakat mengantisipasi perjalanan selama aksi berlangsung. Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau warga menghindari sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan, terutama di kawasan Sudirman, Kebon Sirih, Medan Merdeka Selatan, Monas, Gambir, dan Rawamangun.

Di sisi pengamanan, Polda Metro Jaya juga menyiagakan personel gabungan untuk mengawal kegiatan penyampaian pendapat di Jakarta. Kepolisian menyatakan rekayasa lalu lintas bersifat situasional, mengikuti perkembangan massa dan kondisi di lapangan.

Bagi penumpang kereta jarak jauh, kebijakan KAI ini menjadi penting karena keterlambatan tiba di stasiun dapat membuat penumpang kehilangan jadwal keberangkatan. Dengan adanya opsi naik dari Jatinegara, penumpang memiliki pilihan yang lebih aman apabila akses ke Gambir tersendat.

Meski demikian, penumpang tetap disarankan memantau informasi resmi KAI, memperkirakan waktu tempuh menuju stasiun, dan tidak datang terlalu mepet dari jadwal keberangkatan. Penggunaan transportasi umum menuju stasiun juga dapat menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan kendaraan pribadi di sekitar pusat kota.

KAI memastikan layanan perjalanan tetap berjalan sesuai jadwal. Penambahan pemberhentian di Jatinegara dilakukan sebagai langkah antisipatif agar mobilitas pelanggan tetap terjaga di tengah dinamika lalu lintas Jakarta akibat aksi unjuk rasa.