periskop.id - Arus mudik Idul Fitri 2026 kembali mencatat peningkatan signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu melaporkan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum naik 8,58% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi melansir Antara, Senin (23/3).
Sejak H-8 hingga hari H Lebaran, tercatat 10,88 juta orang bepergian dengan angkutan umum. Kereta api menjadi primadona dengan 3,34 juta penumpang, naik 13,46% dari tahun sebelumnya. Angkutan udara menyumbang 2,39 juta penumpang, sementara penyeberangan melonjak hingga 2,66 juta orang. Moda bus juga mengalami kenaikan, mencapai 1,69 juta penumpang, dan angkutan laut melayani lebih dari 780 ribu orang.
Pada hari Lebaran saja, pergerakan penumpang mencapai 873 ribu orang. Kereta api mencatat 364 ribu keberangkatan, disusul pesawat dengan 206 ribu penumpang, penyeberangan 177 ribu, bus 103 ribu, dan kapal laut 21 ribu.
Selain penumpang, arus kendaraan juga padat. Dari gerbang tol Jakarta, tercatat 193 ribu kendaraan keluar dan 122 ribu masuk. Total pergerakan kendaraan di Jabodetabek mencapai 380 ribu unit, sementara di luar Jabodetabek lebih dari 353 ribu unit. Di ruas arteri, kendaraan keluar Jabodetabek mencapai 601 ribu unit, sedangkan yang masuk 460 ribu unit.
Kemenhub mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi arus balik yang diperkirakan memuncak pada Selasa (24/3) atau H+3 Lebaran. “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan, serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” kata Ernita.
Berdasarkan survei Balitbanghub, jumlah pemudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 193 juta perjalanan, naik dari 190 juta pada 2024.
Lonjakan penumpang kereta api sejalan dengan penambahan jadwal perjalanan oleh PT KAI, termasuk rute ekstra di jalur selatan dan utara Jawa.
Peningkatan jumlah pemudik dipengaruhi oleh perbaikan infrastruktur transportasi, seperti tol baru Bawen–Yogyakarta yang fungsional sejak H-10 Lebaran, serta digitalisasi tiket yang memudahkan reservasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar