Periskop.id - Awal tahun 2026 menjadi periode yang sangat krusial bagi peta politik Amerika Latin. Publik dunia dikejutkan oleh operasi militer kilat yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. 

Penangkapan sosok pemimpin kontroversial ini terjadi di tengah ketegangan panjang terkait sengketa pemilu dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia serta keterlibatan dalam perdagangan gelap. 

Langkah ekstrem Amerika Serikat ini tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga memicu spekulasi besar mengenai masa depan pengelolaan sumber daya alam paling berharga di negara tersebut, yaitu minyak bumi.

Venezuela bukanlah negara biasa dalam peta energi dunia. Di tengah kekacauan politik yang melanda, negara ini secara teknis berdiri di atas tumpukan emas hitam yang tak tertandingi oleh negara mana pun di planet ini. 

Data terbaru dari Organization of the Petroleum Exporting Countries dalam publikasi berjudul 2025 OPEC Annual Statistical Bulletin menunjukkan bahwa Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. 

Namun, keunggulan tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam kapasitas produksi, pengolahan, maupun ekspor minyaknya.

Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Berdasarkan data tersebut, cadangan minyak terbukti Venezuela pada 2024 diketahui mencapai 303,22 miliar barel. Angka ini menempatkan Venezuela di peringkat pertama dunia, mengungguli negara negara Timur Tengah yang selama ini dikenal sebagai raksasa minyak global.

Di bawah Venezuela, Arab Saudi menempati peringkat kedua dengan cadangan minyak terbukti sebesar 267,2 miliar barel, disusul Iran dengan 208,6 miliar barel. 

Dengan angka tersebut, Venezuela secara teori memiliki potensi energi jangka panjang yang jauh melampaui banyak negara produsen utama lainnya.

Adapun, daftar 10 negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar yakni sebagai berikut:

PeringkatNegara2024 (Juta Barel)
1Venezuela303.221 
2Arab Saudi267.200 
3Iran208.600 
4Irak145.019 
5Uni Emirat Arab113.000 
6Kuwait101.500 
7Rusia80.000 
8Libya48.363 
9Amerika Serikat45.014 
10Nigeria37.280 

Produksi Harian Jauh dari Potensi

Meski memiliki cadangan minyak terbesar dunia, posisi Venezuela dalam hal produksi minyak mentah justru jauh tertinggal. Pada 2024, produksi minyak mentah harian Venezuela hanya mencapai 921 ribu barel per hari. Angka ini menempatkan Venezuela di peringkat ke 11 dunia.

Sebagai perbandingan, Rusia berada di posisi teratas dengan produksi 9.193 ribu barel per hari, diikuti Arab Saudi sebesar 8.955 ribu barel per hari. Sementara itu, Irak mencatatkan produksi 3.862 ribu barel per hari.

Berikut adalah daftar produksi harian 11 negara terbesar tahun 2024:

PeringkatNegara2024 (Ribu Barel per Hari)
1Rusia9.193
2Arab Saudi8.955
3Irak3.862
4Iran3.257
5Uni Emirat Arab2.916
6Kuwait2.411
7Meksiko1.553
8Kazakhstan1.534
9Nigeria1.345
10Libya1.136
11Venezuela921

Produktivitas Kilang Sangat Rendah

Masalah utama sektor minyak Venezuela juga terletak pada pengolahan dan infrastruktur. 

Pada 2024, kapasitas total kilang minyak Venezuela tercatat mencapai 2,15 juta barel per hari. Namun, produksi atau output rata-rata kilang hanya sebesar 335 ribu barel per hari. 

Dengan demikian, tingkat pemanfaatan kilang minyak Venezuela hanya sekitar 15,55% dari kapasitas terpasang.

Jika dibandingkan secara global, angka ini sangat rendah. Afrika Selatan, misalnya, mencatatkan tingkat pemanfaatan kilang hingga 130%. Kanada berada di level 117,24% dan Australia 111,89%.

Dalam peringkat global, Venezuela berada di posisi ke 52, jauh tertinggal dibandingkan negara negara lain.

Rendahnya angka ini menjelaskan mengapa meskipun kaya akan minyak mentah, masyarakat Venezuela sering kali harus menghadapi kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.

Menurut sejumlah sumber, anjloknya produktivitas kilang di Venezuela dipicu oleh kombinasi sanksi internasional, tekanan krisis ekonomi, serta rendahnya investasi yang menyebabkan kondisi infrastruktur energi terus memburuk. 

Di sisi lain, karakter minyak Venezuela yang didominasi crude berat dan bersifat asam menuntut penggunaan teknologi pengolahan tingkat lanjut yang umumnya dimiliki perusahaan internasional. Namun, keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut terhambat oleh situasi geopolitik dan pembatasan akibat sanksi.

Berikut perbandingan produktivitas kilang Venezuela dengan 10 negara teratas:

PeringkatNegara2024
1Afrika Selatan130,00%
2Kanada117,24%
3Australia111,89%
4Azerbaijan109,17%
5India106,64%
6Kolombia104,10%
7Aljazair103,84%
8Polandia99,66%
9Belgia98,14%
10Korea Selatan96,90%
52Venezuela15,55%

Kilang Minyak di Bawah Kendali PDVSA

Seluruh kegiatan eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi minyak di Venezuela dikelola oleh perusahaan minyak dan gas milik negara, Petróleos de Venezuela atau PDVSA. Perusahaan ini mengoperasikan sejumlah kilang utama dengan kapasitas besar.

Berikut adalah rincian kapasitas kilang yang dikelola oleh PDVSA di berbagai lokasi strategis pada tahun 2024:

Lokasi2024 (Ribu Barel per Hari)
Amuay645
Cardon310
Puerto La Cruz187
El Palito140
San Roque5
Bajo Grande16
Petropiar248
Petromonagas158
Petrocedeno284
Petrozuata160

Ekspor Minyak Masih Tertinggal

Dari sisi ekspor, Venezuela juga belum mampu memaksimalkan potensi minyaknya. Ekspor minyak mentah dan produk berbahan dasar minyak bumi Venezuela pada 2024 hanya mencapai 874 ribu barel per hari. Angka ini menempatkan Venezuela di peringkat ke 26 dunia.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan ekspor 10.757 ribu barel per hari. Arab Saudi dan Rusia masing-masing mengekspor 7.341 dan 6.660 ribu barel per hari. Kanada, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait juga mencatatkan ekspor jauh di atas Venezuela.

Berikut perbandingan ekspor minyak Venezuela dengan 10 negara teratas pengekspor minyak tahun 2024:

PeringkatNegara2024 (Ribu Barel per Day)
1Amerika Serikat10.757 
2Arab Saudi7.341 
3Rusia6.660 
4Kanada4.025 
5UEA3.702 
6Irak3.549 
7Kuwait2.372 
8Belanda2.128 
9Brazil1.989 
10Norwegia1.980 
26Venezuela874