periskop.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan pemerintah Indonesia mencontoh langkah reformasi pasar modal yang sukses diterapkan oleh India. Pembenahan ini dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan peluang besar mendongkrak kepercayaan investor sekaligus melipatgandakan aliran modal ke dalam negeri.

"Kita usulkan ke Pak Presiden, di pasar modal kita belajar dari India bagaimana pasar modal di-reform, di-restructuring," tuturnya di Kantor DEN Jakarta, Jumat (13/2).

Luhut menambahkan pengalaman India membuktikan langkah-langkah reformasi yang tepat mampu meningkatkan arus modal masuk (capital inflow) secara signifikan. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya bisa mencapai sembilan kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Potensi besar tersebut seharusnya bisa diraih juga oleh Indonesia. Kesuksesan negara tetangga sesama emerging market itu semestinya menjadi cambuk motivasi bagi regulator domestik.

"India melakukan reform, sehingga apa yang masuk angka investasi ke India, kalau India bisa, kenapa kita enggak bisa?" sambungnya tegas.

Menurut Luhut, reformasi yang terstruktur dan transparan akan membuat pasar Indonesia jauh lebih menarik di mata investor global. Hal ini otomatis bakal meningkatkan likuiditas pasar serta memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

Mantan Menko Marves ini menekankan saatnya Indonesia belajar dari pengalaman terbaik negara lain. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem pasar modal nasional agar lebih kompetitif.

Usulan Luhut ini muncul di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menunjukkan volatilitas tinggi. Tekanan berlapis akibat evaluasi indeks internasional MSCI serta sentimen pasar global masih membayangi lantai bursa.

Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG langsung terperosok 86,79 poin atau 1,05% ke level 8.178. Angka ini menandakan para investor masih mengambil sikap sangat berhati-hati dalam menghadapi dinamika pasar.

Data perdagangan mencatat volume transaksi mencapai 6,34 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp2,56 triliun. Frekuensi perdagangan terjadi sebanyak 444.742 kali sepanjang sesi.

Tren pelemahan tersebut berlanjut hingga penutupan sore hari. IHSG akhirnya parkir di zona merah dengan koreksi 0,64% ke posisi 8.212,27, diikuti oleh indeks LQ45 yang merosot tajam 1,16% ke level 829,66.