periskop.id – Presiden Prabowo Subianto menantang Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membukukan tingkat pengembalian aset atau Return on Asset (ROA) minimal di angka 7% hingga 8%. Kepala Negara meminta manajemen lembaga pengelola investasi tersebut berani mematok standar tinggi dalam mengelola aset-aset negara.

"Saya menuntut return on asset ya 7% lah," tantang Prabowo dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Prabowo sempat menyentil respons manajemen Danantara yang dinilai kurang tegas saat menerima tantangan tersebut. Ia meminta kesiapan mutlak dan keyakinan penuh dari para pimpinan lembaga tanpa keraguan sedikit pun.

"Kenapa senyum? Kepala Danantara bisa? Siap? Kok siapnya kurang tegas itu? Siap! Siap!" tegas Prabowo.

Tidak cukup di angka 7%, Presiden bahkan menaikkan ekspektasinya lebih tinggi lagi dalam arahan lanjutannya. Ia menginginkan target capaian investasi tersebut bisa melampaui angka 8% jika memungkinkan.

"Kau patok 7%, saya patok 8%. Sekarang saya tingkatkan. Harus bisa lebih dari 8%," tambahnya.

Kepala Negara menekankan pentingnya mentalitas berani dalam menetapkan tujuan besar bagi bangsa. Ia mengutip pesan Proklamator Bung Karno agar menggantungkan cita-cita setinggi langit sebagai motivasi kerja.

Filosofi keberanian ini juga dikaitkan Prabowo dengan pengalamannya saat bertugas di pasukan elite militer. Menurutnya, keberanian memasang target adalah langkah awal menuju kemenangan.

"Saya ingat selalu, apa yang dikatakan Bung Karno, Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Kalau kau tidak sampai, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang. Siap dulu. Kami dulu di pasukan khusus tentara. Moto kami dulu, siapa berani menang. Berani dulu, iya kan?" terangnya.

Keberanian dan optimisme dinilai menjadi kunci utama untuk melampaui ekspektasi awal. Para menteri dan pimpinan lembaga diminta menunjukkan komitmen kuat terhadap target ambisius tersebut.

Prabowo meyakini jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, hasil akhirnya akan mengejutkan banyak pihak. Kinerja Danantara diharapkan menjadi bukti nyata pengelolaan aset yang produktif.

"Siap gitu lho. Percaya sama saya, kalian sendiri akan kaget. Kalian sendiri akan kaget. Angka-angka saya banyak, tapi saya tidak mau bicara terlalu panjang. Karena inti yang saya sampaikan sudah saya sampaikan," tandasnya.