periskop.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan strategi komprehensif Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan rantai pasok dan infrastruktur penyimpanan skala besar. Tak hanya membangun dapur, Polri kini menyiapkan jaringan gudang ketahanan pangan berkapasitas ribuan ton serta merekrut personel ahli di bidang gizi.

“Saat ini terdapat 18 gudang ketahanan pangan yang tersebar di 12 Polda. Pada tahun 2026, Polri akan membangun 10 unit gudang lainnya, sehingga total akan ada 28 gudang dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton,” kata Listyo di SPPG Polri Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Polri juga sedang membangun gudang khusus di wilayah Polda Metro Jaya dengan kapasitas mencapai 10.000 ton. Di wilayah pelosok seperti Papua, Polri menyediakan 30 gudang filial yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjangkau daerah yang belum memiliki fasilitas gudang Bulog.

“Gudang filial tersebut terdiri dari 25 gudang aset Polri, 3 gudang aset pemerintah daerah, 1 gudang aset KPU, dan 1 gudang pinjam pakai masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga, Polri telah merekrut 596 Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus). Dari jumlah tersebut, 97 di antaranya adalah pakar di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Tak hanya soal penyimpanan, Polri juga memamerkan kemandirian pangan di tingkat hulu. Salah satunya adalah lahan seluas 49 hektare milik Polda Metro Jaya yang dikelola secara terintegrasi.

“Tersedia tambak berisi 102.000 ekor ikan dan 600.000 ekor udang, kandang ayam, hingga kambing yang membentuk siklus rantai pakan berkelanjutan. Di DIY, kami bahkan memiliki pabrik pakan ayam dan greenhouse sendiri,” lanjut Listyo.

Ia menegaskan ekosistem ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect bagi masyarakat. Dengan melibatkan petani, peternak, dan UMKM lokal, Polri optimistis program MBG mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru di seluruh wilayah polda jajaran.