periskop.id - Pemerintah menargetkan 30 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat diselesaikan pembangunannya dan mulai beroperasi sepanjang tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari penguatan ekonomi desa sekaligus upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan pangan, pembiayaan, dan kesehatan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan koperasi tersebut berasal dari total lebih dari 80 ribu desa dan kelurahan di Indonesia.
“Dari total desa dan kelurahan yang ada, tahun 2026 ini akan dibangun dan diselesaikan 30.008 koperasi desa dan kelurahan. Seluruhnya ditargetkan sudah operasional tahun ini,” kata Zulkifli Hasan saat Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menambahkan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung distribusi makanan bergizi serta membuka peluang usaha di tingkat desa.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan setiap koperasi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut antara lain gudang penyimpanan, cold storage, gerai kebutuhan pokok, hingga layanan farmasi desa dengan harga terjangkau.
“Di setiap koperasi akan ada gudang, cold storage, serta gerai. Akan tersedia farmasi desa murah agar obat generik bisa langsung diakses masyarakat,” ujar Airlangga.
Selain itu, koperasi juga akan dilengkapi klinik desa serta gerai pembiayaan super mikro. Skema pembiayaan ini disiapkan untuk memberikan akses permodalan dengan bunga ringan sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
Airlangga menegaskan seluruh barang subsidi nantinya dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui koperasi desa. Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan meminimalkan potensi penyelewengan.
Terkait pendanaan, Airlangga menyebut anggaran program telah tersedia dan bersumber dari dana desa yang selama ini disalurkan pemerintah. Ia mengakui selama satu dekade penyaluran dana desa, masih terdapat tantangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Anggarannya sudah ada. Dana desa sudah diberikan selama 10 tahun. Sekarang kita arahkan agar dana tersebut benar-benar sampai ke rakyat,” ujarnya.
Pemerintah berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat layanan dasar bagi masyarakat desa dan kelurahan di berbagai daerah.
Tinggalkan Komentar
Komentar