periskop.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan telah melakukan pertemuan intensif dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) guna membahas perkembangan dan pembenahan pasar keuangan Indonesia. Dalam diskusi itu, Luhut menegaskan kepada penyedia indeks global tersebut bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan menyeluruh.
“MSCI datang ke kantor saya, diskusi hampir dua jam dan panjang. Saya jelaskan, kita bagus kok semua. Tidak ada yang salah,” ujar Luhut di Jakarta, dikutip Jumat (13/2).
Menurut Luhut, pemerintah tidak hanya fokus pada reformasi pasar modal, tetapi juga tengah mempercepat transformasi menuju sistem pemerintahan digital atau government technology (govtech). Di sisi lain, kata Luhut, Presiden Prabowo disebut telah menyatakan komitmen kuat terhadap reformasi pasar modal, termasuk menempatkan figur-figur muda berkompeten dan independen di jajaran otoritas, guna memastikan pengambilan kebijakan yang profesional dan bebas intervensi.
Sebagai informasi, sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Rabu, 11 Februari sore. Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan ada tiga isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertama, pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%.
Selanjutnya, kedua, penyediaan data investor yang lebih detail dan granular guna memperkuat transparansi pasar. Ketiga, progres implementasi Peraturan IA terkait pencatatan saham yang menaikkan ketentuan free float dari 7,5% menjadi 15%, langkah yang dinilai penting untuk meningkatkan likuiditas dan kualitas pasar.
Di sisi lain, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi menegaskan OJK terus menyempurnakan aspek-aspek teknis yang menjadi perhatian MSCI. Ia menyebut setiap pertemuan teknis selalu menunjukkan kemajuan.
“Dari setiap meeting teknis itu kita harapkan bisa selalu mendapatkan konfirmasi dan afirmasi, kira-kira apalagi yang diharapkan, apa yang kurang, dan lainnya,” ujar Hasan.
OJK, lanjutnya, menargetkan peningkatan kualitas dan detail data investor rampung pada akhir Februari. Data tersebut akan menjadi dasar bagi MSCI dan penyedia indeks global lainnya dalam melakukan simulasi perhitungan indeks. OJK berencana mulai menyampaikan data riil yang bersumber dari partisipan di KSEI pada awal Maret mendatang.
Tinggalkan Komentar
Komentar