periskop.id - Mandi wajib merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam ketika dalam keadaan hadas besar. Dalam kondisi tersebut, seorang muslim tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah karena dianggap belum suci. Oleh karena itu, mandi wajib perlu dilakukan sebagai bentuk penyucian diri untuk menghilangkan hadas besar agar dapat kembali menjalankan ibadah.
Beberapa hal yang mewajibkan seseorang melakukan mandi wajib, antara lain hubungan suami istri, keluarnya air mani baik secara sengaja maupun tidak sengaja, haid, dan nifas. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami niat dan tata cara pelaksanaan mandi wajib dengan benar.
Niat Mandi Wajib
Sebelum melakukan mandi wajib, baca niat terlebih dahulu agar sah. Berikut ini bacaan niat mandi wajib.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta'ala.
Artinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala.
Tata Cara Melakukan Mandi Wajib
Cara mandi wajib memiliki perbedaan dengan mandi biasa. Ketika mandi wajib, harus memenuhi dua rukun, yaitu membaca niat dan mengguyur air ke seluruh tubuh. Membaca niat mandi wajib menjadi indikator yang membedakan dengan mandi biasa.
Berikut tata cara lengkap mandi wajib.
- Membaca niat terlebih dahulu.
- Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Bersihkan kemaluan dari kotoran yang menempel.
- Cuci tangan dengan menggunakan sabun.
- Berwudu layaknya wudu ketika ingin salat.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali.
- Menyela rambut menggunakan tangan sebanyak tiga kali.
- Membasuh badan bagian kanan sebanyak tiga kali, kemudian membasuh badan bagian kiri tiga kali.
- Mengguyur seluruh badan dibarengi dengan menggosok lipatan-lipatan yang ada di tubuh.
Kapan Waktu yang Tepat Melaksanakan Mandi Wajib?
Banyak umat muslim yang bertanya-tanya tentang kapan mandi wajib yang tepat ketika Ramadan. Terdapat beberapa kekhawatiran yang muncul dari kalangan umat muslim tentang boleh atau tidaknya mandi wajib setelah memasuki waktu subuh.
Melansir dari situs Baznas, jika ingin melaksanakan mandi wajib, tetapi kondisi air sangat dingin, cuaca dingin, atau hal lain yang membuat beberapa orang memilih untuk mengakhirkan mandi hingga melewati waktu subuh, maka hal itu tidak jadi masalah.
Mandi wajib tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa. Hal itu tidak jadi masalah meskipun menunda-nunda mandi wajib hingga fajar tiba. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, berisi:
“Nabi Muhammad Saw pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu subuh tiba, beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dari penjelasan hadis di atas dapat dikatakan bahwa mandi wajib boleh dilaksanakan setelah waktu subuh tiba dan puasanya tetap dihitung sah tanpa harus membayar utang.
Namun, akan lebih baik apabila mandi wajib dilakukan sesegera mungkin sebelum fajar tiba sehingga shalat Subuh dapat dilaksanakan tepat waktu dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih sempurna.
Apakah Sebelum Memasuki Bulan Ramadan Perlu Mandi Wajib?
Beberapa orang mengira kalau sebelum memasuki bulan Ramadan perlu melaksanakan mandi wajib terlebih dahulu. Padahal, hal itu tidaklah benar. Mandi wajib bukan merupakan syarat sah yang harus dilakukan ketika memasuki bulan Ramadan.
Mandi wajib hanya diperuntukkan bagi siapa pun yang memiliki hadas besar sehingga tidak boleh menjalani ibadah seperti shalat dan tawaf, sedangkan puasa tidak termasuk. Berdasarkan penjelasan dari hadis di atas, mandi wajib bahkan boleh dilakukan menjelang waktu subuh.
Jadi, mandi wajib bukanlah faktor yang menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa. Anjuran mandi sebelum memasuki bulan Ramadan bukanlah mandi wajib, melainkan mandi sunah. Berdasarkan kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) yang dikutip dari situs NU, berisi:
و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة...ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك
Artinya, “Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya. Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah,... dan setiap malam di bulan Ramadan. Imam Al-Adzra’i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjemaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu.”
Jadi, dapat disimpulkan bahwa mandi wajib bukan sesuatu yang harus dilakukan ketika menjelang bulan Ramadan karena bukan syarat sah yang harus dipenuhi. Akan tetapi, mandi yang dianjurkan adalah mandi sunah.
Tinggalkan Komentar
Komentar