periskop.id – Presiden Prabowo resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Istana Negara pada Senin, 27 April 2026. Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier panjang Karding di dunia politik nasional setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia periode 2024–2025.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 PPA Tahun 2026 tentang pengangkatan pejabat tinggi utama di lingkungan Badan Karantina Indonesia. Dengan pengalaman legislatif lebih dari satu dekade dan rekam jejak organisasi yang kuat, Karding dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat peran strategis Barantin dalam menjaga keamanan pangan dan biosekuriti nasional.
Profil Singkat Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Masa kecilnya dihabiskan di daerah kelahirannya sebelum melanjutkan pendidikan menengah di Palu.
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Di kampus tersebut, Karding menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Perikanan dan kemudian melanjutkan studi magister di bidang Administrasi Publik.
Aktivitas organisasinya sudah terlihat sejak masa kuliah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan Undip serta Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier politiknya di kemudian hari.
Dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia
Pelantikan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Barantin berlangsung bersama sejumlah pejabat negara lainnya di Istana Negara. Prosesi tersebut turut dihadiri Wakil Presiden, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam sumpah jabatannya, Karding menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi konstitusi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menggantikan Sahat Manaor Panggabean yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Perjalanan Karier Politik Abdul Kadir Karding
Nama Abdul Kadir Karding bukan sosok baru dalam politik nasional. Ia dikenal sebagai salah satu kader senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki pengalaman panjang di lembaga legislatif.
Karier Politik Dimulai dari DPRD Jawa Tengah
Karier politik Karding dimulai dari tingkat daerah setelah terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 1999. Di lembaga tersebut, ia dipercaya memegang sejumlah posisi strategis, antara lain Ketua Komisi E dan Ketua Fraksi PKB.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sebelum melangkah ke tingkat nasional.
Tiga Periode Menjadi Anggota DPR RI
Pada Pemilu 2009, Karding terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI. Sejak saat itu, ia tercatat menjalani tiga periode sebagai legislator hingga 2024.
Selama berada di parlemen, ia menduduki berbagai posisi penting, termasuk Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama, sosial, kebencanaan, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota Komisi III DPR RI, anggota Komisi VII DPR RI, serta anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).
Peran Strategis di Internal PKB
Di internal partai, Karding juga memegang jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014–2019 serta Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah.
Posisi tersebut memperkuat perannya sebagai salah satu tokoh kunci dalam struktur organisasi partai.
Pernah Menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Sebelum dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada periode 2024–2025.
Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam penguatan kebijakan perlindungan pekerja migran Indonesia, termasuk peningkatan koordinasi antarinstansi dan penguatan sistem pelayanan bagi tenaga kerja di luar negeri.
Pengalaman eksekutif ini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya sebagai Kepala Barantin.
Aktif di Organisasi Alumni Universitas Diponegoro
Selain aktif di politik dan pemerintahan, Karding juga memiliki keterlibatan kuat dalam organisasi alumni perguruan tinggi. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip).
Ia juga pernah menjadi Ketua Umum KERAPU, organisasi alumni Jurusan Perikanan Undip. Aktivitas tersebut menunjukkan konsistensinya dalam membangun jejaring akademik dan profesional di luar arena politik praktis.
Peran Strategis Badan Karantina Indonesia di Bawah Kepemimpinan Karding
Badan Karantina Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keamanan hayati nasional, termasuk pengawasan lalu lintas hewan, tumbuhan, dan produk pangan lintas wilayah maupun negara.
Di tengah meningkatnya tantangan global seperti ancaman penyakit hewan menular dan risiko keamanan pangan, posisi Kepala Barantin menjadi sangat strategis.
Pengalaman panjang Abdul Kadir Karding di legislatif dan pemerintahan diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi serta meningkatkan efektivitas kebijakan karantina nasional.
Pelantikan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia menambah daftar panjang perjalanan karier politiknya di tingkat nasional. Dengan latar belakang sebagai legislator tiga periode, mantan menteri, serta tokoh organisasi partai dan alumni kampus, Karding membawa pengalaman yang cukup lengkap untuk mengemban tugas baru tersebut.
Ke depan, kepemimpinannya di Barantin akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat sistem karantina nasional, khususnya dalam menjaga keamanan pangan, kesehatan hewan, serta perlindungan sumber daya hayati Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Tinggalkan Komentar
Komentar