periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menghubungi Perdana Menteri Belanda Rob Jetten lewat sambungan telepon. Keduanya membahas penguatan hubungan bilateral, perjanjian dagang I-EU CEPA, hingga kondisi di Selat Hormuz.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag mengungkapkan, pembicaraan dua pemimpin itu juga mencakup sejumlah isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, termasuk perkembangan di Timur Tengah.
"Komunikasi ini menegaskan komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan di tengah dinamika global yang terus berubah," demikian dikutip dari unggahan KBRI Den Haag di Instagram, Jumat (12/6).
Dari sisi Belanda, Rob Jetten turut merespons pembicaraan tersebut. Melalui akun platform X-nya, ia memaparkan bahwa Indonesia dan Belanda memiliki kedekatan yang terjalin secara kultural maupun historis.
"Belanda dan Indonesia secara kultural dan historis terhubung erat satu sama lain dan bekerja sama dengan baik di bidang-bidang seperti perdagangan, air, dan pertanian berkelanjutan. Negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat," tulis Jetten di unggahannya.
Jetten juga menyinggung dimensi keamanan dalam percakapan dengan Prabowo. Ia menuturkan, keduanya membahas pentingnya sinergi antarnegara untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran di kawasan masing-masing.
"Saya membahas pentingnya kerja sama internasional untuk keamanan dan kesejahteraan di wilayah kami dan di luar itu," ujarnya.
Topik Selat Hormuz yang tengah disorot dunia turut mengemuka dalam percakapan tersebut. Jetten menyebutkan, perjanjian dagang antara Uni Eropa dan Indonesia ikut disinggung bersamaan dengan situasi di jalur pelayaran strategis itu.
Sebelumnya, pada September 2025, Prabowo pernah diterima langsung oleh Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag. Dalam pertemuan itu, keduanya berdiskusi soal isu-isu penting dan penguatan relasi bilateral dua negara.
"Di mana juga disinggung perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia serta situasi di Selat Hormuz. Justru di dunia yang penuh gejolak, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan yang lebih erat," pungkas Jetten.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar