periskop.id - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memastikan tidak ada satu pun gerai Alfamart yang akan ditutup menyusul hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kehadiran koperasi tersebut juga disebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja operasional perseroan.

Manajemen AMRT menegaskan, pasokan produk ritel yang dijual di gerai-gerai Alfamart tidak terpengaruh oleh keberadaan KDMP. Perseroan memastikan tetap berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan harga bersaing serta program promosi yang relevan.

Advertisement

"Hingga saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasional perseroan yang disebabkan oleh kehadiran KDMP. Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP," ungkap manajemen AMRT dalam keterbukaan informasi, Jumat (5/6).

Alfamart juga mengakui, hingga kini belum terjalin kerja sama dengan pihak pengelola KDMP. Meski demikian, perseroan meyakini daya saing jangka panjang akan ditentukan oleh kemampuannya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Terkait prospek bisnis, manajemen AMRT tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan pasar ritel dalam negeri. Potensi terbesar dinilai berada di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara maksimal.

"Perseroan tetap memandang optimistis terhadap peluang pertumbuhan pasar ritel Indonesia yang masih memiliki potensi besar, khususnya di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal," tegasnya.

Di sisi lain, Alfamart menilai kehadiran KDMP sebagai inisiatif positif untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. Setiap pelaku usaha, menurut manajemen, memiliki model bisnis, segmentasi, serta target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ke depan, perseroan memilih memperkuat posisinya sebagai perusahaan ritel melalui strategi pertumbuhan berkelanjutan. Digitalisasi layanan dan ekspansi usaha di tingkat regional menjadi dua pilar utama yang disiapkan.

Sebagai catatan, KDMP merupakan program inisiatif pemerintah yang dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa. Program ini mendapat perhatian luas karena model operasionalnya dinilai bersinggungan dengan segmen pasar ritel modern seperti minimarket.

"Perseroan akan fokus pada strategi pertumbuhan yang berkelanjutan, termasuk melalui digitalisasi layanan dan ekspansi usaha di tingkat regional," pungkas manajemen AMRT.