periskop.id - Perry Warjiyo mendadak kembali menjadi pusat perhatian nasional pada Senin, 18 Mei 2026. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, secara terbuka mendesak Gubernur Bank Indonesia itu untuk mempertimbangkan mundur dari jabatannya. Alasannya: nilai tukar rupiah yang dinilai gagal dikendalikan dan terus melemah terhadap dolar AS, bahkan menyentuh level terendah dalam sejarah.
Bagi Perry, desakan itu bukan hal ringan. Ia adalah tokoh yang telah mengabdi di Bank Indonesia selama lebih dari 40 tahun, dari staf junior hingga kursi gubernur yang kini ia emban untuk periode kedua. Untuk memahami siapa Perry Warjiyo dan apa yang dipertaruhkan, kita perlu menilik perjalanannya dari awal.
Biodata Perry Warjiyo: Dari Sukoharjo ke Puncak Perbankan Indonesia
Data Diri Perry Warjiyo
| Nama Lengkap | Perry Warjiyo |
| Tempat, Tanggal Lahir | Sukoharjo, 25 Februari 1959 |
| Agama | Islam |
| Pasangan | Wulandari Prasetyaningsih |
| Anak | Chandra Rahman Hakim |
| Pendidikan | SMA N 3 Surakarta (1976), S1 Ekonomi UGM (1982), M.Sc & Ph.D Iowa State University (1989 & 1991) |
| Jabatan | Gubernur Bank Indonesia (2018–2023, 2023–2028) |
Perry adalah anak keenam dari sembilan bersaudara dalam sebuah keluarga petani di Sukoharjo, Jawa Tengah. Tidak ada kemewahan yang menopang masa kecilnya. Namun justru dari keterbatasan itulah karakter Perry terbentuk.
Kisah paling ikonik dari masa mudanya adalah soal uang Rp 35.000. Ibunya meminjam uang sejumlah itu untuk membeli formulir pendaftaran kuliah dan ongkos perjalanan dari Solo ke Yogyakarta. Perry awalnya ingin masuk jurusan kedokteran, tapi uangnya tidak cukup. Ia pun beralih ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan itulah titik balik yang mengubah segalanya. Sambil kuliah, ia bekerja sebagai kernet untuk membantu biaya hidup.
Rekam Jejak Karier Perry Warjiyo di Bank Indonesia dan IMF
Perjalanan karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada Januari 1984, tepat dua tahun setelah ia lulus dari UGM. Sejak awal, ia ditempatkan di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, bidang yang kemudian menjadi keahlian utamanya selama puluhan tahun.
BI kemudian mengirimnya untuk studi lanjut ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar Master di bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University pada 1989, lalu menyelesaikan program doktoral (Ph.D.) di kampus yang sama pada 1991.
- 1984 Bergabung dengan Bank Indonesia sebagai staf riset ekonomi
- 1992–1995 Staf di Desk Penyelamatan Kredit setelah kembali dari AS
- 1995 Diangkat sebagai Staf Gubernur Bank Indonesia
- 1998 Kepala Biro Gubernur Bank Indonesia
- 2001 Project Leader Unit Khusus Program Transformasi (UKPT)
- 2003–2007 Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan; kemudian Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial
- 2007–2009 Direktur Eksekutif South East Asia Voting Group (SEAVG) di IMF, mewakili 13 negara anggota
- 2009–2013 Asisten Gubernur BI untuk kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional; sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi
- 2013–2018 Deputi Gubernur Bank Indonesia
- 2018–2023 Gubernur Bank Indonesia — periode pertama (Keppres No.70/P Tahun 2018)
- 2023–2028 Gubernur Bank Indonesia — periode kedua (Keppres No.38/P Tahun 2023)
Dua tahun bertugas di IMF sebagai Direktur Eksekutif yang mewakili 13 negara ASEAN adalah salah satu momen paling berpengaruh dalam karier Perry. Di sana ia belajar cara membaca dinamika keuangan global dan memahami tekanan geopolitik terhadap mata uang negara berkembang, pengalaman yang kini justru diuji di tengah pelemahan rupiah yang memicu kontroversi.
Gaji Gubernur BI dan Kekayaan Perry Warjiyo Versi LHKPN
Berapa Gaji Gubernur Bank Indonesia?
Gaji Gubernur BI tidak ditetapkan oleh pemerintah pusat, melainkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Besarannya bisa berubah tergantung persetujuan Rancangan Anggaran Tahunan BI bersama DPR.
Berdasarkan informasi yang beredar, kisaran gaji Gubernur BI dapat mencapai Rp 199 juta per bulan atau hampir Rp 2,4 miliar per tahun. Setelah pembahasan anggaran dengan DPR, angka itu dapat disesuaikan menjadi sekitar Rp 170 juta per bulan.
Kekayaan Berdasarkan e-LHKPN
Rincian Harta Kekayaan Perry Warjiyo (LHKPN Mei 2023)
| Total Kekayaan | Rp 71.541.758.444 |
| 9 tanah & bangunan | Rp 39.230.000.000 |
| 2 alat transportasi & mesin | Rp 1.471.812.500 |
| Harta bergerak lainnya | Rp 1.032.000.000 |
| Kas & setara kas | Rp 25.258.039.345 |
| Harta lainnya | Rp 4.549.906.599 |
Dengan total kekayaan lebih dari Rp 71 miliar, porsi terbesar berasal dari aset properti sembilan bidang tanah dan bangunan yang nilainya melebihi Rp 39 miliar. Angka kas dan setara kas sebesar Rp 25 miliar juga terbilang signifikan untuk seorang aparatur negara.
Sederet Prestasi dan Penghargaan Perry Warjiyo
Di balik kontroversi yang sedang menghampirinya, rekam jejak prestasi Perry Warjiyo tidak bisa diabaikan begitu saja. Salah satu warisan terbesarnya adalah peluncuran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pada 17 Agustus 2019, tepat di hari kemerdekaan RI. Sistem pembayaran berbasis QR code itu kini menjadi tulang punggung transaksi digital jutaan pelaku usaha Indonesia.
Ia juga mendorong perluasan Local Currency Settlement (LCS) hingga mencakup lima negara ASEAN dan berencana memperluas ke India serta Korea Selatan, sebuah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS dalam perdagangan bilateral.
Penghargaan Utama Perry Warjiyo & Bank Indonesia
- Pemimpin Terpopuler di Media Pemberitaan Online 2023 — Indonesia Government Awards
- Anugerah Hamengku Buwono IX — Universitas Gadjah Mada, 2022
- Pemimpin Terpopuler di Media Arus Utama 2022 — Serikat Perusahaan Pers
- Governor of the Year se-Asia Pasifik — Global Markets, 2019
- Tokoh Syariah ASR 2019 — Anugerah Syariah Republika
- The Best Central Bank of the Year — Global Islamic Finance Awards (GIFA), 2018 & 2022
- Best Asset Owner in Southeast Asia — Asian Investor Institutional Excellence Award, 2022
- Global Top Ranking Performers — Central Banking Publications, 2021
- The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific — The Asian Banker, 2020
- The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific — The Asian Banker, 2021
Didesak Mundur DPR: Rupiah Jeblok di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Primus Yustisio, secara terbuka mendesak Perry Warjiyo mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Bank Indonesia, Senin 18 Mei 2026.
Yang membuat desakan itu terasa menusuk bukan sekadar soal rupiah yang melemah. Primus menyebutnya sebagai anomali: pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh solid di angka 5,61%, namun nilai tukar rupiah justru berada di level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.
"Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen. Tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok. Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar." Primus Yustisio, Komisi XI DPR Fraksi PAN, Rapat Kerja dengan BI, 18 Mei 2026.
Primus juga menyoroti fakta bahwa pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS. Mata uang Indonesia melemah terhadap dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, bahkan euro yang disebutnya kini mendekati Rp 20.000 per euro, dari yang dulu hanya Rp 7.000 di awal 2006.
Ia pun membandingkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertinggal lebih dari 20% dibanding posisi sebelum gejolak geopolitik global sejak akhir Februari 2026, sementara bursa saham negara lain sudah rebound. Primus menilai kondisi itu menandakan pasar global sudah mulai mempertanyakan kepercayaan terhadap BI.
"Kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. Mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri." Primus Yustisio, Rapat Kerja Komisi XI DPR, 18 Mei 2026
Desakan mundur itu bukan tanpa preseden. Primus mengacu pada tradisi di Jepang dan Korea Selatan, di mana pejabat yang merasa tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral bukan penghinaan, melainkan bentuk keberanian.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar